Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Selasa, 11 Oktober 2011

10 Pelajaran Nge-blog Dari Steve Jobs

10 Pelajaran Nge-blog Dari Steve Jobs

1. Jangan Pernah Berhenti Membaca.


"Stay hungry, Stay Foolish"


Bacalah semua yang bisa Anda baca untuk bekal menulis di blog Anda. Di era information overload seperti saat ini, menemukan artikel, tweets, video, foto, atau blogpost untuk referensi Anda tentu semakin mudah. Langgananlah ke blog-blog favorit Anda, follow orang-orang berpengaruh di bidang Anda. Jangan pernah merasa Anda sudah cukup tahu mengenai dunia Anda.


nb: Kutipan diatas bukan kata-kata original Steve Jobs, Ia mengutipnya dari sampul belakang sebuah majalah.






2. Menulislah Untuk Diri Sendiri Terlebih Dahulu.


"...We didn't build the Mac for anybody else, we built it for ourselves... We just wanted to build the best thing we could build."


Tulislah post terbaik yang Anda bisa untuk blog Anda. Tulislah sesuai dengan kemampuan dan standarisasi Anda, jangan bandingkan dengan orang lain. Puaskan diri Anda sendiri. Jangan menulis untuk memuaskan semua pembaca Anda. Jika nantinya tulisan Anda "laku" dan banyak yang baca, ya sudah anggap saja sebagai bonus. Jika tidak Anda pun tidak kecewa karena puas sudah melahirkan tulisan terbaik Anda.


3. Tulis Sesuatu Yang Anda Jumpai Sehari-hari.


"Things don't have to change the world to be important."


Salah satu cara terbaik untuk latihan menulis blog adalah dengan menulis hal-hal sederhana yang Anda jumpai setiap hari. Asah kepekaan Anda terhadap lingkungan sekitar. Pasti ada sesuatu yang menarik disana. Tulis saja, jangan membebani diri Anda sendiri bahwa setiap post haru besar dan berdampak ke orang banyak, bahwa setiap post harus merubah dunia.


4. Mudahkan Pembaca Anda.


"Most people have no concept of how an automatic transmission works, yet they know how to drive a car. You don't have to study physics to understand the laws of motion to drive a car. You don't have to understand any of this stuff to use Macintosh."


Silahkan utak atik blog Anda, setiap Anda memiilih design, themes, widgets atau apapun selalu pertimbangkan kemudahan pembaca. Mereka mau follow Twitter Anda? sediakan tombolnya, mereka ingin melihat kategori tertentu? beri pilihannya. Jangan sedikit pun menghambat mereka. Sederhanakan blog Anda. Mereka ingin membaca, bukan ingin mempelajari bagaimana mengoperasikan blog Anda. Ingatlah bahwa iPad tidak datang dengan manual book, tapi keponakan saya yang berusia 3 tahun dapat dengan mudah menggunakannya.


5. Beri Cinderamata Kepada Pembaca Anda.


"I want to put a ding in the universe."


Tinggalkan kesan kepada pembaca Anda bahkan setelah mereka meninggalkan blog Anda. Sekedar informasi: "ding" adalah kerusakan minor pada sesuatu, misalnya cat mobil yang terkelupas sedikit sekali. Jangan biarkan pembaca Anda datang dan pergi tanpa "ding" yang menempel di benak mereka. Saya melakukannya dengan sesekali memberikan link untuk men-download sesuatu dari blog saya, seperti disini. Anda juga dapat mendownload versi PDF dari semua post di blog saya dengan mengklik tombol print | PDF dibagian bawah semua post. Cari logo dibawah ini, klik, simpan, dan baca kapan saja Anda mau.




6. Pembaca Anda Tidak Tahu Apa Yang Mereka Butuh.


"...it's hard for them to tell you what they want when they've never seen anything remotely like it."


Walaupun Anda tanya, akan sulit sekali mengetahui apa yang pembaca Anda butuh dari blog Anda di masa depan. Anda harus sedikit "berkeringat" mengerjakan semua detail di setiap post Anda agar waktu yang dihabiskan pembaca Anda tidak sia-sia. Jika ternyata post Anda gagal Anda harus mengulangi semua proses itu lagi dan memperbaiki di sana sini. Jika ternyata berhasil, tugas Anda akan semakin berat karena pembaca kini memiliki ekspektasi bagaimana post Anda kedepannya.


7. Design Itu Penting.


"Design is not just what it looks like and feels like. Design is how it works."


Pilih theme, atau template terbaik yang Anda bisa untuk blog Anda. Jika Anda bisa men-design-nya tentu lebih baik lagi. Jangan lupa untuk memperhatikan faktor SEO dari setiap design Anda. Adaptasikan blog Anda dengan keinginan pembaca, jangan sebaliknya. Tempatkan widgets atau plug-ins dengan komposisi yang paling sesuai menurut Anda dan fungsinya. Design yang baik biasanya fungsional. Lihat saja semua produk Apple.


8. Disiplinlah.


"To turn really interesting ideas and fledgling technologies into a company that can continue to innovate for years, it requires a lot of disciplines."


Bayangkan Anda beradadi posisi Steve Jobs. Selain Anda memiliki kompetitor yang tak akan pernah tidur, Anda memiliki pelanggan loyal yang selalu haus akan temuan Anda yang paling baru. Semua ancaman dan ekspektasi ini tentunya membutuhkan disiplin dan kerja keras. Jika ingin blog Anda sukses, disiplinlah! Begitu banyak blog yang luar biasa bagus diuar sana, mereka terus menumpahkan pembaca mereka dengan content-content yang bagus sekali. Kapan terakhir kali Anda meng-update blog??


9. Hasil Blog Anda Tidak Akan Anda Nikmati Sekarang.


"You can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something - your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life."


Saat saya tanya kenapa seseorang ngeblog? Separuhnya mengatakan untuk mendapatkan uang. Well, tidak ada yang salah dengan itu. Namun saat kenyataan datang dan blog mereka tidak menghasilkan sepeserpun, maka birahi untuk menulis itu pun pudar. Apapun tujuan Anda ngeblog pasti butuh proses. sabar, lakukan yang terbaik, percaya saja! Saat nantinya blog Anda menghasilkan sesuatu, lihatlah post lama Anda, lihat bagaimana semuanya seperti klop dan menyatu membantu Anda mencapai titik saat ini.


10. Tulislah Layaknya Ini Tulisan Anda Yang Terakhir.


"For the past 33 years, I have looked in the mirror every morning and asked myself: 'If today were the last day of my life, would I want to do what I am about to do today?' And whenever the answer has been 'No' for too many days in a row, I know I need to change something."


Setiap post Anda adalah warisan Anda kepada dunia. Menulislah seperti layaknya post berikut ini adalah tulisan terakhir Anda. Dengan begitu, walaupun Anda menulis mengenai sesuatu yang sederhana, Anda akan termotivasi untuk membuatnya berkesan. Tanya diri Anda sendiri. Jika Anda terus menerus mengatakan "post terakhir saya bukan seperti ini." setelah membacanya, rubah pola menulis Anda.


___________________________________


"Your time is limited, so don't waste it living someone else's life. Don't be trapped by dogma - which is living with the results of other people's thinking." - Steve Jobs


#thankyousteve



nb: Gambar diatas dibangun dari kumpulan tweet dengan tag: #thankyousteve. klik gambar diatas untuk melihat versi hi-res dimana Anda dapat melihat gambarnya dengan lebih detail dan mungkin membaca salah satu tweet-nya.

Kamis, 09 Juni 2011

Kenangan dari ustadzah yoyoh yusrah

SMS Ustadzah Yoyoh kepada seorang akhwat beberapa hari sebelum wafat:

“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat, mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita Khadijah Al-Kubra yang berjuang dengan harta dan jiwanya?
Ataukah dengan Hafshah binti Abu Bakar yang dibela oleh Allah saat akan dicerai karena shawwamah dan qawwamahnya?
Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedangkan aku, ehm 500 juga belum.
Atau dengan Ummu Sulaim yang shabirah
Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad…
Atau dengan siapa ya Allah, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka… sehingga aku layak bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di taman Firdaus-Mu.”
Ya Rabb, raga ini terasa lemah, airmata terus menggenang di pelupuk mata, mengenang sosoknya, meskipun hanya beberapa kali bertemu dengan beliau, namun pertemuan-pertemuan itu amat membekas di hati ini. Terutama saat saya sempat mewawancarai beliau, dulu sekitar 5-6 tahun yang lalu, ketika saya meminta waktu beliau setelah wawancara, ketika saya mulai mengeluh dengan kondisi keluarga, kondisi waktu saya dan suami yang tidak bisa match, beliau menjelaskan panjang lebar tentang pentingnya kaum muslimah memiliki spesialisasi ilmu, profesional dalam bekerja, bahwa waktu yang terbatas jangan menjadi penghalang untuk terus belajar dan mengejar kafaah, pentingnya bersyukur di saat susah maupun senang, suka dan duka dan banyak yang kami diskusikan waktu itu. Ahh, sayang sekali, kaset dan hasil transliterasi ada di memory komputer kantor yang dulu, kalau ada, mungkin saya sudah sharing di sini.
Sepulangnya dari wawancara yang waktu itu ditemani suami tercinta, saya dihadiahi 3 buah buku yang sampai sekarang masih tersimpan di lemari perpustakaan rumah, judulnya “Pergerakan Muslimah Menyongsong Era Baru”, “Seorang Ibu, Sebuah Dunia, Berjuta Cinta” dan “Tragedi Kartini”. Kedua buku pertama ditulis dengan nama pena: Amatullah Shafiyyah dan buku terakhir tertulis nama penulisnya: Asma Karimah.
Dalam Sekapur Sirih, beliau menulis untaian kalimat indah:
Puji syukur ke hadirat Allah Yang Maha Perkasa, Pemilik alam raya beserta seluruh isinya.
Segala kesyukuran pada-Nya Yang Esa
Atas bulir-bulir kasih sayang yang senantiasa bersemi,
menautkan keping demi keping serpihan yang terserak
dalam untaian
pengabdian………..
Ketika kata mendaki, meniti pelangi
ufuk pun tersenyum
menanti…………………
Buku ini–pembaca yang bijaksana–hanyalah sebuah kumpulan gagasan sederhana
Tak ada yang dapat ditawarkan olehnya, kecuali kata.
Namun kata-kata itu lahir dari cinta,
ya, dari cinta,
yang mengalun di relung-relung kalbu,
menyusuri hari demi hari.
Cinta yang menumbuhkan warna-warni,
yang menghilangkan segala sepah,
yang mengurai kemasygulan dan menumbuhkan keyakinan:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (Al-Anbiyaa:35)
(dikutip dari buku Pergerakan Muslimah Menyongsong Era Baru)
Ya Allah, susah sungguh mengejar amaliyah yang telah beliau capai, namun doa dan ikhtiar pastinya harus terus dilakukan semaksimal mungkin. Ya Allah, ya Rabb, masukkan beliau ke dalam Jannah-Mu sebagaimana yang telah Engkau janjikan untuk orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Amin ya Rabbal ‘alamiin (or/smn)

Selasa, 17 Mei 2011

Zainab al ghazali

Nama lengkapnya adalah Zaenab Muhammad Al-Ghazali al-Jibili. la lahir pada tahun 1917 Masehi di desa Mayyet Ghamar di sebuah propinsi yang bernama Daqahliyah di Mesir. Ayahnya merupakan salah satu ulama Al-Azhar. la belajar di sebuah madrasah di kampung halamannya sendiri. la belajar ilmu-ilmu agama di bawah asuhan para ulama-ulama besar al Azhar. Di antara ilmu-ilmu yang ia pelajari adalah Ilmu Hadits, Tafsir, dan Fiqih.
la merupakan anggota termuda dari perkumpulan wanita-wanita Mesir di bawah pimpinan Hadi Sya’rawi. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari perkumpulan tersebut di saat mengetahui adanya perilaku-perilaku yang tak selaras dengan ajaran Islam. Ia kemudian mendirikan komunitas wanita-wanita muslim pada tahun 1937 di Kairo. Umurnya pada saat itu masih sekitar 19 tahun.
Adapun tujuan mendirikan komunitas itu agar diterapkannya syariat Islam dan didirikannya kekhalifahan Islam. Pada tiap-tiap tahunnya ia selalu mengirim 340-400 delegasi untuk melakukan ibadah Haji. la sendiri yang memimpin delegasi-delegasi itu.
Tujuan pengiriman delegasi-delegasi itu adalah untuk menemui sejumlah jamaah haji yang berasal dari penjuru dunia. Delegasi-delegasi itu selalu membahas masalah-masalah pokok dalam Islam dengan para jamaah haji tersebut. Isu-isu yang selalu mereka kembangkan adalah seputar perbaikan umat Islam, mengembalikan kembali kekhalifahan Islam, dan sekaligus bagaimana membangkitkan kembali masa keemasan Islam.
la bertemu dengan imam Syahid Hasan Al-Banna pada tahun 1941 Masehi. Hasan Al-Banna membaiat Zaenab untuk turut serta melakukan perjuangan bersama Ikhwanul Muslimin. Sebab, tujuan dan landasan perjuangan mereka adalah sama. Dan pada tahun 1980, ia mendirikan majalah perkumpulan wanita-wanita muslim (Sayyidah Muslimah), dan dibubarkan pada tahun 1985. la juga memimpin salah satu divisi yang ada dalam organisasi Ikhwanul Muslimin. la serta merta membantu keluarga Ikhwanul Muslimin di saat kelompok ini diintimidasi oleh pemerintah pada tahun 1954. Dan pada tahun 1964, perkumpulannya tersebut dibubarkan oleh tentara dengan menyita harta dan kepemilikan mereka.
Pada tahun 1965, ia ditangkap oleh pemerintah dengan tuduhan terlibat dalam sebuah kasus yang ada pada Ikhwanul Muslimin di saat bersitegang dengan pemerintah. Pemerintah menuntut kepada parlemen menjatuhi hukuman mati kepada Zaenab. la sebelum dipastikan sebagai tawanan perang, telah menerima berbagai macam siksaan di penjara.
la akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 25 tahun, dan diharuskan melakukan kerja berat selama menjalani masa hukuman. la menulis kesengsaraannya itu dalam sebuah buku yang berjudul “Ayyam min Hayyati” (hari-hari dalam kehidupanku).
Zainab Al Ghazali (inet)
Melalui bantuan raja Faisal dari Arab Saudi, sekitar pada tahun tujuh puluhan, keluarlah ketetapan dari pemerintahan Anwar Sadat untuk membebaskan Zaenab dari penjara. la telah diampuni oleh pemerintah atas segala perbuatannya yang dianggap merugikan negara. Ini terjadi pada bulan Agustus tahun 1971, yaitu setelah menjalani masa-masa di penjara selama 6 tahun.
Setelah keluar dari penjara, ia dianjurkan untuk menghidupkan kembali majalah Sayyidat Muslimah dengan menjadikan dirinya sebagai direkturnya. la akan menerima kucuran dana sebanyak 300 Pounds perbulan, dengan catatan harus bersedia mengusung kepentingan-kepentingan pihak donatur. la serentak menolak, dan mengatakan bahwa mustahil baginya mendirikan sebuah penerbitan untuk mengusung pemikiran-pemikiran sekuler. la mengatakan pula bahwa penerbitan ini didirikan untuk kepentingan Islam dan bukan untuk kesesatan.
Setelah keluar dari penjara ia ingin meneruskan perannya dalam bidang dakwah. la melalui melakukan pengajian-pengajian dan seminar-seminar di Mesir sendiri maupun di luarnya.
Adapun negara-negara yang pernah ia kunjungi adalah Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Yordania, Al-Jazair, Turki, Sudan, India, Francis, Amerika, Kanada, Spanyol, dan lain sebagainya.
Suaminya yang berperan sebagai seorang ekonom yang bernama Haji Muhammad Salim meninggal dunia pada tahun 1966 Masehi. Yaitu di saat Zaenab masih berada di dalam penjara. la tak dikaruniai seorang anak pun. Namun, ia menganggap bahwa semua anak-anak Islam merupakan anak-anaknya juga.
la sangat memfigurkan seorang Hasan al Banna. la menganggap bahwa di antara orang-orang yang telah mempengaruhi kehidupannya, semisal Hasan Al-Hudhaibi, Umar  Tilmisani, Hamid Abu Nasir, dan Hasan Al-Banna lah yang paling banyak berpengaruh pada pembentukan jiwa dan sikap hidupnya. Di antara karya-karya tulisnya yang terkenal adalah “Ayyam min Khayati”, Nahwa Ba ‘su Jadid, Maa Kitabullah, Muskilatu Sabab wa Fatayat.”
disadur dari www.dakwatuna.com 

Senin, 20 Desember 2010

hukum karma

Alkisah ada sebuah keluarga yang terdiri dari ibu, ayah dan seorang anak perempuannya, karena kesibukan keduanya yang sangat padat akhirnya anak semata wayang mereka dititip ke babysitter yang khusus dikontrak oleh orang tuanya untuk menjadi anak bayinya, setelah menginjak usia setahun babi sitternya minta pensiun karena sdh mau pulang kampung, akhirnya karena belum menemukan babysitter yang bisa menjaga  jadilah anak tersebut dititip ke tempat penitipan anak untuk sementara. Sampai usia 3 tahun balita mungil tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda  bersosialisasi dengan orang lain akhirnya kedua orang tuanya memasukkan ke sekolah playgroup yang full time. Jika pagi hari si kecil mungil diantar ke sekolah dan menjelang senja baru pulang ke rumah bersama-sama dg orang tuanya. Malam hari karena sudah dinner di luar rumah mereka bertiga, ayah, ibu dan anak tinggal tidur saja supaya bisa fit menghadapi hari esok. Menginjak usia remaja anaknya dimasukkan ke sekolah berasrama agar anaknya bisa tekun dan tdk terganggu konsentrasi belajarnya, praktis pertemuan orang tua dan anak hanya jika anak tersebut mendapat jatah liburan weekend oleh sekolah. Dan ketika selesai kuliah anak gadis tersebut  diterima kerja di sebuah perusahaan besar di luar negeri, sehingga praktis pertemuan anak  dan orang tua hanya setahun sekali jika libur hari raya. Kemudian setelah anak gadisnya menikah dg pilihan hatinya, kedua orang tuanya sudah pensiun  berharap bisa tinggal bersama-sama dengan anaknya...tetapi apa yang terjadi anaknya menolak dan menunjuk sebuah panti jompo yang sangat moderen sebagai tempat tinggal orang tuanya karena anak dan suaminya sangat sibuk mengurusi perusahaan yang baru mereka rintis...Alkisah jadilah kedua orang tua tersebut tinggal di panti jompo ditemani oleh para suster yang ramah dan bersahabat karena tuntutan profesi mereka sampai akhir hayatnya dan hanya bertemu dengan anaknya jika liburan weekend atau hari raya....

Catatan kecil menjelang maghrib

Sabtu, 18 Desember 2010

The secret of happyness

Beberapa hari yg lalu aku berjanji akan menceritakan dua kisah ttg hal2 yg menyangkut pemuda..baru satu aku cerita.Kali ini aku tunaikan.Mudah2an di tengah maraknya diskusi keagamaan yg konservatif 'fanatik' dgn yg 'liberal' mudah2an kisah ini memberi jalan tengah..Buatku diskusi2nya sehat tapi kalau berlarut memang tak produktif. Padahal sdh saatnya kita bersama mengisi kemerdekaan negeri ini dgn baik. Tak boleh ada yg menyematkan diri sbg centre of the world. Paling benar dan paling suci. Karena elemen kebenaran itu ada di mana2..Cerita yg akan kukisahkan ini mewakili sikapku dan bgm sebaiknya membangun jembatan pengertian utk kebaikan bersama..Ceritanya dari Paolo Coelho. Novelis yg aku suka. Tapi ceritanya saya kira bisa memberi solusi terhadap apa yg kerap kita diskusikan..
Paolo Coelho bercerita ttg seorg pemuda yg mengembara mencari tahu dan jawaban ttg the secret of happiness. Mengembara memaknai bahagia..Oleh teman2 dan org tuanya, ia disarankan utk menemui seorg pertapa, org suci, yg mungkin sekali memberi jawaban atas kehampaan hidupnya.Walaupun perjalanannya bgt berat, keinginannya utk menggapai kemenangan dan kebahagiaan mengalahkan segalanya.He has to meet the holy man Setelah menempuh perjalanan berat siang dan malam, akhirnya si pemuda bertemu dgn org suci yg dimaksud...Tapi si pemuda terkejut, karena si org suci yg ditemuinya itu berbeda sekali dgn gambaran org suci yg ada di benaknya sebelumnya.. Dibenaknya, org suci atau pertapa itu biasanya identik dgn rambut panjang terurai,pakaian putih merumbai,hidup di hutan sepi dan di gubuk. Pertapa atau org suci pokoknya memilih jalan yg sunyi dan sendiri. Jauh dari hiruk pikuk lingkungannya..Tapi pertapa yg ditemui si pemuda ini berbeda sekali ternyata dari gambaran pertapa yg ada di benak si pemuda tadi..Pertapa yg dihadapinya ternyata sosok yg hidup di castle dan istana yg sangat indah. Kesehariannya diliputi keramaian tak terkira..Utk sekedar menemui dan berbicang dgnnya, si pemuda perlu antri berjam2 krn tamu si pertapa yg bgt banyak dan beragam..Setelah menunggu lama, akhirnya si pemuda memperoleh giliran utk menyampaikan keinginan dan maksud hatinya pada sang pertapa.."Wahai anak muda, apa yg mendorong hatimu ingin menemuiku?" Kata si pertapa bijaksana.."Aku ingin menikmati hidupku dan mencari rahasia kata bahagia" kata si pemuda..Si pertapa tertegun, dan berkata" ungkapan hatimu bgt sederhana. Aku hrs menemui yg lain terlebih dahulu"."Tapi krn perjalanan dan perjuanganmu utk menemuiku sdh demikian keras, kita akan mendiskusikannya nanti" kata si pertapa lembut. "Tapi selama engkau menunggu giliranmu menemuiku, ada baiknya engkau anak muda jalan2 dulu melihat puri atau istanaku ini.."Dan slama engkau mlihat istanaku,aku titipkan sebuah sendok dan dua tetes minyak di atasnya.Tolong jaga baik2 agar dua tetes ini tdk jatuh!Si pemuda ini mulai melihat dan mengelilingi istana si pertapa dgn sendok dgn dua tetes minyak di atasnya yg di jaga dgn sangat hati2..Setelah berjam2 dan penat akhirnya si pemuda dipanggil oleh si pertapa dan menanyakan pengalamannya mengelilingi istana miliknya..Anak muda, bgm pendapatmu ttg perpustakaanku? Tanya si pertapa. Krn dia yakin si pemuda pasti ke sana. Si pemuda kaget, krn dia memang telah ke perpustakaan..Tapi karena kekeuh dan istiqomah menjaga sendok dan dua tetes minyak di atasnya dia tak sempat membaca apa2 di perpustakaan si pertapa..Oke kalau kau tak sempat menikmati perpustakaanku, bagaimana pendapatmu anak muda ttg taman2ku yg didisain oleh cerdik cendikia?Si pemuda kaget,krn memang dia sempat di taman tapi tak bisa menyaksikan dan belajar apa2.krn kekeuh menjga sendok dan dua tetes minyak tadi. Bgm ttg makanan2ku yg bgt lezat dan musikku yg mengalun bgt indah?Si pemuda lagi2 tak bisa menjawab apa krn keistoqomahannya menjaga sendok dan dua tetes minyak di atas nya utk tidak jatuh.Anak muda, kata sang pertapa. "Kamu tak akan bisa mempercayai nasehat seseorg sebelum kau kenali dalam tempat tinggalnya...Ayo kembali mengenali dan mengelililingi puriku dan jika selesai sgr kembali menemuiku..Seperti beban berat yg tiba2 saja diturunkan dari pikulannya, si pemuda sgr mengelilingi istana sang pertapa..Setelah selesai si pemuda menghadap dan bertemu lagi dgn si org suci. Dan oleh si org suci dia kembali ditanya pertanyaan yg sama ..Wahai pemuda, bgm menurutmu ttg perpustakaanku? Si pemuda bgt fasih menceritakan buku2 yg ada. Bgm pendapatmu ttg taman,musik dan makanan2ku?Si pemuda juga mampu menceritakan ketakjuban2 yg dirasakannya.si pemuda merasa bgt gembira. Okelah anak muda. Nampaknya dirimu sdh mengetahui dan menguasai semuanya.tapi mana sendok dan 2 tetes minyak yg aku titipkan padamu tadi?. Si pemuda bgt terkejut dan terhenyak.Keasyikannya mengelilingi, mnikmati dan memplajari banyak hal melupakannya dari menjaga sendoknya. Wahai anak muda" kata si pertapa. Kunci bahagia dan sukses membangun jembatan pengertian itu sederhana..Kelilingi, kunjungi dan pelajari apa saja tanpa jarak psikologis apapun ada di hatimu. Temui siapapun dan dimanapun..Tapi pada saat yg sama, jgn lupa menjaga sendok dan dua tetes minyak di atasnya jgn sampai jatuh....Entah relevan atau tidak aku tak tahu pasti. Yg penting sdh diceritakan :) mau kritik silahkan saja :)Yg jelas buatku sederhana, bangsa ini butuh bukan type pertama yg kekeuh membabi buta menjaga sendok tanpa mau terbuka utk belajar.. Bangsa ini juga tak butuh type yg kedua yg maunya liberal apa saja tapi tak jelas lagi kemana sendok dan dua tetes minyak di atasnya..Yg dibutuhkan bangsa ini adl sosok yg open minded, terbuka dan mau belajar tapi tetap punya kekhasan dan jati diri. Mudah-mudahan bermanfaat

Disadur dari twitter

Pak Zulkieflimansyah@BangZulPKS

Staf pengajar FEUI. Senior Fellow Kennedy School of Government, Harvard University. Anggota DPR RI komisi 7 2004-2014 
http://zulkieflimansyah.com/






.














Jumat, 10 Desember 2010

belajar ngeblog....

Awalnya saya kurang menyukai aktivitas yg satu ini jadi "blogger" mengapa ? alasannya banyak, pertama karena untuk memulainya susah, pengetahuan tentang edit mengedit blog saya sanga kurang, saya belajar fban dan twitteran pun  otodidak gak baca buku atau nanya orang langsung blasss mengalir begitu saja. Tetapi kalo dibandingkan dg fb dan twitter blog itu lebih rumit, sampe detik inipun saya masih belajar bagaimana menglayout blog ini supaya tampilannya keren  kayak blog2 yg lain yg sdh sering saya kunjungi. Tetapi saya ingat kata ustadzah saya "man jadda wa jadda" siapa yg bersungguh sungguh maka ia akan mendapatkannya. Dimulai dari search blog-blog yang manis dan laris manis akhirnya saya memulai aktivitas ini. Bingung juga sih apa temanya, kayaknya semua tema sdh tersedia dihadapan para onliners mulai dari blog ringan yg berisi kumpulan  dongeng yg biasa jadi bahan acuan saya buat dongeng anak-anak sebelum tidur sampe yg berat seperti blog tentang tafsir Al-Qur'an. Tapi saya yakin tulisan (blog) orang itu mencerminkan keistimewaannya, setiap manusia diberi keistimewaan yg berbeda-beda oleh Allah tak ada satu pun manusia yg sama persis walaupun dia kembar identik. Jadi mulailah petualangan saya di dunia blogger ini. Temanya gak jauh-jauh dari aktivitas sehari-hari saya yaitu being muslimah, duat, wife n mother. Bismillah kataku dalam hati, apalagi mengingat obsesi yg belum kesampaian menulis buku waduh semakin tertantang rasanya. Tapi emang jadi blogger itu susah susah gampang. Kesulitannya karena blog itu isinya tulisan yg panjang bukan hanya sekedar komen atau like saja seperti fb atau twitter, sedangkan jiwa penulis saya itu mengikuti suasana, kadang butuh kesunyian dan kontemplasi seperti saat sekarang ini baru timbul moodnya, kalo ditengah keramaian mending ngomong aja supaya lekas selesai. Akhirnya nyari yg gampang copas aja dr tulisan/blog orang lain. Alhamdulillah begitu banyak penulis yang murah hati mengijinkan tulisannya saya share diblog ini, walaupun dg catatan sumbernya saya sebutkan juga (terima kasih ya kepada all narasumber yg baik hati mengijinkan sy membagi tulisannya di blog ini) namun ada beberapa tulisan sy gak tau siapa narasumbernya sehingga sampai saat ini belum disebutkan. Tapi sesungguhnya blog ini diutamakan bagi saya sebenarnya bukan bagi orang lain, sebagai bahan baku saya dalam menjalani kehidupan ini. Misalnya tema parenting saya kumpulkan tulisan dr berbagai sumber untuk saya gunakan dalam mengasuh dan mendidik anak-anak saya. Kategori liqoat saya pakai sbgi bahan muhasabah saya, materi muslimah  muatannya adalah motivasi bagi saya pribadi sedangkan nasyid menggambarkan betapa nyeninya saya ini (sy juga bs nasyid lho). kalaupun ada manfaatnya bagi orang lain alhamdulillah itulah nilai plusnya kita jadi blogger. Ala kulli hal saat ini sy cukup puas dg kemajuan  yg dicapai o blog ini dari yg tampilannya rame banget (tq ya yg sdh kasih komen di blog saya) saya upayakan sesederhana mungkin, ketrampilan sayapun semakin bertambah mengenai ngeblog ini. Saya berharap kedepannya blog ini semakin berkualitas bukan saja tampilannya tapi juga isinya. Sumbang kritik, saran dsb sangat saya butuhkan agar blog ini bisa memberikan manfaat yg optimal bagi banyak orang. Tulisan ini belum berakhir ya...nanti dilanjutkan dilain waktu

Kamis, 03 Juni 2010

Demi Palestin Sultan Abdul Hamid II mengorbankan semuanya....

“Anakku, ayah melihat orang-orang di sini sudah mulai memuji paras cantikmu. Maka mulai hari ini ayah ingin kamu sudah mengenakan hijab dengan sempurna, karena kamu sudah menjadi wanita dewasa sekarang.” Untaian kata penuh kasih sayang itu dituturkan dengan suara lembut oleh Sultan Abdul Hamid II kepada anaknya Aishah saat mereka tengah melintas di depan Masjid Hamidiye Yildiz yang terletak tidak jauh dari pintu masuk istananya.

Di depan masjid ini, terlalu banyak kisah yang memilukan hati menimpa diri dan keluarga Sultan. Percobaan pembunuhan dengan meletakkan bom di dalam kereta kuda Sultan. Pengeboman itu terjadi berselang beberapa saat usai shalat Jumat. Allah masih menghendaki Sultan Abdul Hamid tetap bertakhta memimpin umat. Upaya menghabisi nyawa orang nomor satu di dunia Islam itu kandas.
Di depan istana ini, Sultan sering melaksanakan shalat dan keluar menyapa rakyat yang selalu dekat di hatinya.

Di situ juga, Sultan sesekali menunggang kuda ditemani anaknya Aishah, sambil menitahkan arti penting menegakkan syariah bagi muslimah. Sejak saat itu anaknya mutahajibah (berhijab) sempurna, ini menandakan putrinya Aishah OsmanoÄŸlu telah memasuki usia aqil baligh.

Istana Yildiz yang terbuat dari kayu ini adalah tempat tinggal pilihan Sultan Abdul Hamid II, setelah beliau meninggalkan segala bentuk kemewahan kaum keluarganya yang sebelum ini di Istana Dolmabahçe.

Sultan Abdul Hamid II, lahir pada hari Rabu, 21 September 1842. Dengan nama lengkap Abdul Hamid Khan II bin Abdul Majid Khan. Sultan adalah putra Abdul Majid dari istri kedua beliau. Ibunya meninggal saat Abdul Hamid berusia 7 tahun. Sultan menguasai bahasa Turki, Arab, dan Persia. Senang membaca dan bersyair.

Sebelumnya kekhalifahan dipimpim pamannya yaitu Abdul Aziz yang berkuasa cukup lama. Sultan Abdul Aziz digulingkan kemudian dibunuh oleh musuh politik Khilafah Utsmaniyyah. Khalifah setelah Abdul Aziz adalah Sultan Murad V, putra Abdul Aziz. Namun kekuasaannya tidak berlangsung lama dan digulingkan setelah 93 hari berkuasa karena dianggap tidak becus menjadi khalifah.

Sultan Abdul Aziz mewariskan negara dalam kondisi yang carut marut. Tunggakkan hutang luar negeri, parlemen yang mandul, campur tangan asing di dalam negeri, tarik menarik antar berbagai kepentingan Dewan Negara dan Dewan Menteri serta birokrat-birokrat yang korup.

Pada 41 Agustus 1876 (1293 H), Sultan Abdul Hamid dibai’at sebagai Khalifah. Saat itu usianya 34 tahun. Dia menyadari bahwa pembunuhan pamannya serta perubahan-perubahan kekuasaan yang terjadi saat itu merupakan konspirasi global melawan Khilafah Islamiyah. Namun Sultan Abdul Hamid II dapat menjalankan roda pemerintahannya dengan baik, sering berbicara dengan berbagai lapisan masyarakat, baik birokrat, intelektual, rakyat jelata maupun dari kelompok-kelompok yang kurang disukainya (lihat Shaw, 1977:212).

Kebijaksanaannya untuk mengayomi seluruh kaum Muslimin membuat ia populer. Namanya sering disebut dalam doa-doa di setiap shalat jumat diseantero bumi. Penggalangan kekuatan kaum Muslimin dan kesetiaan mereka terhadap Sultan Abdul Hamid II ini berhasil mengurangi tekanan Eropa terhadap Utsmaniyyah.

Abdul Hamid mengemban amanah dengan memimpin sebuah negara adidaya yang luasnya membentang dari timur dan barat. Di tengah situasi negara yang genting dan kritis. Beliau menghabiskan 30 tahun kekuasaan sebagai Khalifah dengan dikelilingi konspirasi, intrik, fitnah dari dalam negeri sementara dari luar negeri ada perang, revolusi, dan ancaman disintegrasi dan tuntutan berbagai perubahan yang senantiasa terjadi.

Termasuk upaya-upaya sistematis yang dilakukan kaum Yahudi untuk mendapatkan tempat tinggal permanen di tanah Palestina yang masih menjadi bagian dari wilayah kekhalifahan Utsmaniyyah. Berbagai langkah dan strategi dilancarkan oleh kaum Yahudi untuk menembus dinding khilafah Utsmaniyyah, agar mereka dapat memasuki Palestina.

Pertama, pada tahun 1892, sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan Abdul Hamid, untuk mendapatkan ijin tinggal di Palestina. Permohonan itu dijawab sultan dengan ucapan “Pemerintan Ustmaniyyah memberitahukan kepada segenap kaum Yahudi yang ingin hijrah ke Turki, bahwa mereka tidak akan diijinkan menetap di Palestina”, mendengar jawaban seperti itu kaum Yahudi terpukul berat, sehingga duta besar Amerika turut campur tangan.

Kedua, Theodor Hertzl, penulis Der Judenstaat (Negara Yahudi), founder negara Israel sekarang, pada tahun 1896 memberanikan diri menemuai Sultan Abdul Hamid sambil meminta ijin mendirikan gedung di al Quds. Permohonan itu dijawab sultan “Sesungguhnya imperium Utsmani ini adalah milik rakyatnya. Mereka tidak akan menyetujui permintaan itu. Sebab itu simpanlah kekayaan kalian itu dalam kantong kalian sendiri”.

Melihat keteguhan Sultan, mereka kemudian membuat strategi ketiga, yaitu melakukan konferensi Basel di Swiss, pada 29-31 agustus 1897 dalam rangka merumuskan strategi baru menghancurkan Khilafah Ustmaniyyah.

Karena gencarnya aktivitas Yahudi Zionis akhirnya Sultan pada tahun 1900 mengeluarkan keputusan pelarangan atas rombongan peziarah Yahudi di Palestina untuk tinggal disana lebih dari tiga bulan, paspor Yahudi harus diserahkan kepada petugas khilafah terkait. Dan pada tahun 1901 Sultan mengeluarkan keputusan mengharamkan penjualan tanah kepada Yahudi di Palestina.

Pada tahun 1902, Hertzl untuk kesekian kalinya menghadap Sultan Abdul Hamid untuk melakukan risywah (Menyogok). Diantara risywah yang disodorkan Hertzl kepada Sultan adalah :

1. 150 juta poundsterling Inggris khusus untuk Sultan.

2. Membayar semua hutang pemerintah Ustmaniyyah yang mencapai 33 juta poundsterling Inggris.

3. Membangun kapal induk untuk pemerintah, dengan biaya 120 juta Frank

4. Memberi pinjaman 5 juta poundsterling tanpa bunga.

5. Membangun Universitas Ustmaniyyah di Palestina.

Semuanya ditolak Sultan, bahkan Sultan tidak mau menemui Hertzl, diwakilkan kepada Tahsin Basya, perdana menterinya, sambil mengirim pesan,

“Nasihati Mr Hertzl agar jangan meneruskan rencananya. Aku tidak akan melepaskan walaupun sejengkal tanah ini (Palestina), karena ia bukan milikku. Tanah itu adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi kepentingan tanah ini dan mereka telah menyiraminya dengan darah mereka. Yahudi silakan menyimpan harta mereka!! Jika Khilafah Utsmaniyah dimusnahkan pada suatu hari, maka mereka boleh mengambil Palestina tanpa membayar harganya. Akan tetapi, sementara aku masih hidup, aku lebih rela menusukkan pedang ke tubuhku daripada melihat Tanah Palestina dikhianati dan dipisahkan dari Khilafah Islamiyah. Perpisahan adalah sesuatu yang tidak akan terjadi. Aku tidak akan memulai pemisahan tubuh kami selagi kami masih hidup.”

Sejak saat itu kaum Yahudi dengan Zionisme melancarkan gerakan untuk menumbangkan Sultan. Dengan menggunakan jargon-jargon “liberation”, “freedom”, dan sebagainya, mereka menyebut pemerintahan Abdul Hamid II sebagai “Hamidian Absolutism”, dan sebagainya.

“Sesungguhnya aku tahu, bahwa nasibku semakin terancam. Aku dapat saja hijrah ke Eropa untuk menyelamatkan diri. Tetapi untuk apa? Aku adalah Khalifah yang bertanggungjawab atas umat ini. Tempatku adalah di sini. Di Istanbul!” Tulis Sultan Abdul Hamid dalam catatan hariannya.

Malam itu, 27 April 1909 Sultan Abdul Hamid dan keluarganya kedatangan beberapa orang tamu tak diundang. Kedatangan mereka ke Istana Yildiz menjadi catatan sejarah yang tidak akan pernah terlupakan. Mereka mengatasnamakan perwakilan 240 anggota Parlemen Utsmaniyyah—di bawah tekanan dari Turki Muda—yang setuju penggulingan Abdul Hamid II dari kekuasaannya. Senator Sheikh Hamdi Afandi Mali mengeluarkan fatwa tentang penggulingan tersebut, dan akhirnya disetujui oleh anggota senat yang lain. Fatwa tersebut terlihat sangat aneh dan setiap orang pasti mengetahui track record perjuangan Abdul Hamid II bahwa fatwa tersebut bertentangan dengan realitas di lapangan.

Keempat utusan itu adalah Emmanuel Carasso, seorang Yahudi warga Italia dan wakil rakyat Salonika (Thessaloniki) di Parlemen Utsmaniyyah (Meclis-i Mebusan) melangkah masuk ke istana Yildiz. Turut bersamanya adalah Aram Efendi, wakil rakyat Armenia, Laz Arif Hikmet Pasha, anggota Dewan Senat yang juga panglima militer Utsmaniyyah, serta Arnavut Esat Toptani, wakil rakyat daerah Daraj di Meclis-i Mebusan.

“Bukankah jam-jam seperti ini adalah waktu dimana aku harus menunaikan kewajibanku terhadap keluarga. Tidak bisakah kalian bicarakan masalah ini besok pagi?” Sultan Abdul Hamid tidak leluasa menerima kedatangan mereka yang kelihatannya begitu tiba-tiba dan mendesak. Tidak ada simpati di raut wajah mereka.

“Negara telah memecat Anda!” Esat Pasha memberitahu kedatangannya dengan nada angkuh. Kemudian satu persatu wajah anggota rombongan itu diperhatikan dengan seksama oleh Sultan.
“Negara telah memecatku, itu tidak masalah,…. tapi kenapa kalian membawa serta Yahudi ini masuk ke tempatku?” Spontan Sultan marah besar sambil menundingkan jarinya kepada Emmanuel Carasso.
Sultan Abdul Hamid memang kenal benar siapa Emmanuel Carasso itu. Dialah yang bersekongkol bersama Theodor Herzl ketika ingin mendapatkan izin menempatkan Yahudi di Palestina. Mereka menawarkan pembelian ladang milik Sultan Abdul Hamid di Sancak Palestina sebagai tempat pemukiman Yahudi di Tanah Suci itu. Sultan Abdul Hamid menolaknya dengan tegas, termasuk alternatif mereka yang mau menyewa tanah itu selama 99 tahun.

Pendirian tegas Sultan Abdul Hamid untuk tidak mengizinkan Yahudi bermukim di Palestina, telah menyebabkan Yahudi sedunia mengamuk. Harganya terlalu mahal. Sultan Abdul Hamid kehilangan takhta, dan Khilafah disembelih agar tamat riwayatnya.

Jelas terlihat bahwa saat tersebut adalah saat pembalasan paling dinanti oleh Yahudi, dimana Abdul Hamid II yang telah menolak menjual Palestina pada mereka, telah mereka tunjukkan di depan muka Abdul Hamid II sendiri bahwa mereka turut ambil bagian dalam penggulingannya dari kekuasaan. Mendung menggelayuti wajah Abdul Hamid II dan wajah Khilafah Islamiyah.

“Sesungguhnya aku sendiri tidak tahu, siapakah sebenarnya yang memilih mereka ini untuk menyampaikan berita penggulinganku malam itu.” Sultan Abdul Hamid meluapkan derita hatinya di dalam catatan hariannya.

Rencana menggulingkan Sultan sebenarnya sudah disiapkan lama sebelum malam itu. Beberapa Jumat belakangan ini, nama Sultan sudah tidak disebut lagi di dalam khutbah-khutbah.

“Walaupun Anda dipecat, kelangsungan hidup Anda berada dalam jaminan kami.” Esat Pasha menyambung pembicaraan.

Sultan Abdul Hamid memandang wajah puteranya Abdul Rahim, serta puterinya yang terpaksa menyaksikan pengkhianatan terhadap dirinya. Malang sungguh anak-anak ini terpaksa menyaksikan kejadian yang memilukan malam itu.

“Bawa adik-adikmu ke dalam.” Sultan Abdul Hamid menyuruhh Amir Abdul Rahim membawa adik-adiknya ke dalam kamar.

“Aku tidak membantah keputusanmu. Cuma satu hal yang kuharapkan. Izinkanlah aku bersama keluargaku tinggal di istana Caragan. Anak-anakku banyak. Mereka masih kecil dan aku sebagai ayah perlu menyekolahkan mereka.” Sultan Abdul Hamid meminta pertimbangan. Sultan sadar akan tidak ada gunanya membantah keputusan yang dibawa rombongan itu. Itulah kerisauan terakhir Sultan Abdul Hamid. Membayangkan masa depan anak-anaknya yang banyak. Sembilan laki-laki dan tujuh perempuan.

Permintaan Sultan Abdul Hamid ditolak mentah-mentah oleh keempat orang itu. Malam itu juga, Sultan bersama para anggota keluarganya dengan hanya mengenakan pakaian yang menempel di badan diangkut di tengah gelap gulita menuju ke Stasiun kereta api Sirkeci. Mereka digusur pergi meninggalkan bumi Khilafah, ke istana kumuh milik Yahudi di Salonika, tempat pengasingan negara sebelum seluruh khalifah dimusnahkan di tangan musuh Allah.

Khalifah terakhir umat Islam, dan keluarganya itu dibuang ke Salonika, Yunani. Angin lesu bertiup bersama gerimis salju di malam itu. Pohon-pohon yang tinggal rangka, seakan turut sedih mengiringi tragedi memilukan itu.

Di Eminonu, terlihat Galata di seberang teluk sedih. Bukit itu pernah menyaksikan kegemilangan Sultan Muhammad al-Fatih dan tentaranya yang telah menarik 70 kapal menyeberangi bukit itu dalam tempo satu malam. Mereka menerobos teluk Bosphorus yang telah dirantai pintu masuknya oleh Kaisar Constantinople. Sejarah itu sejarah gemilang. Tak akan pernah hilang.

Terhadap peristiwa pemecatannya, Sultan Abdul Hamid II mengungkap kegundahan hatinya yang dituangkan dalam surat kepada salah seorang gurunya Syekh Mahmud Abu Shamad yang berbunyi :

“…Saya meninggalkan kekhalifahan bukan karena suatu sebab tertentu, melainkan karena tipu daya dengan berbagai tekanan dan ancaman dari para tokoh Organisasi Persatuan yang dikenal dengan sebutan Cun Turk (Jeune Turk), sehingga dengan berat hati dan terpaksa saya meninggalkan kekhalifahan itu. Sebelumnya, organisasi ini telah mendesak saya berulang-ulang agar menyetujui dibentuknya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di Palestina. Saya tetap tidak menyetujui permohonan beruntun dan bertubi-tubi yang memalukan ini. Akhirnya mereka menjanjikan uang sebesar 150 juta pounsterling emas.

Saya tetap dengan tegas menolak tawaran itu. Saya menjawab dengan mengatakan, “Seandainya kalian membayar dengan seluruh isi bumi ini, aku tidak akan menerima tawaran itu. Tiga puluh tahun lebih aku hidup mengabdi kepada kaum Muslimin dan kepada Islam itu sendiri. Aku tidak akan mencoreng lembaran sejarah Islam yang telah dirintis oleh nenek moyangku, para Sultan dan Khalifah Uthmaniah. Sekali lagi aku tidak akan menerima tawaran kalian.”

Setelah mendengar dan mengetahui sikap dari jawaban saya itu, mereka dengan kekuatan gerakan rahasianya memaksa saya menanggalkan kekhalifahan, dan mengancam akan mengasingkan saya di Salonika. Maka terpaksa saya menerima keputusan itu daripada menyetujui permintaan mereka.

Saya banyak bersyukur kepada Allah, karena saya menolak untuk mencoreng Daulah Uthmaniah, dan dunia Islam pada umumnya dengan noda abadi yang diakibatkan oleh berdirinya negeri Yahudi di tanah Palestina. Biarlah semua berlalu. Saya tidak bosan-bosan mengulang rasa syukur kepada Allah Ta’ala, yang telah menyelamatkan kita dari aib besar itu.

Saya rasa cukup di sini apa yang perlu saya sampaikan dan sudilah Anda dan segenap ikhwan menerima salam hormat saya. Guruku yang mulia. mungkin sudah terlalu banyak yang saya sampaikan. Harapan saya, semoga Anda beserta jama’ah yang anda bina bisa memaklumi semua itu.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

22 September 1909

ttd

Pelayan Kaum Muslimin
(Abdul Hamid bin Abdul Majid)

Rabu, 02 Juni 2010

Ruh kebangkitan itu adalah Tarbiyah

Kenabian itu 'mempersiapkan" Khilafah selama 22 tahun..
Maka, tanpa kenabian, berapa lama waktu yang kita perlukan untuk mempersiapkan Khilafah yang semisalnya...???

)I(

Pada mulanya....
halaqoh bermula dari Rumah Arqom, dengan Murobbi Rasulullah, saw...
dan Mutarobbi sahabat generasi awal, seperti Abu Bakr, Ali, Ja'far, Mush'ab, dan Hamzah......

Dalam halaqoh itu....
menyebarlah para sahabat ke berbagai tempat...
Seperti Ja'far ke Ethopia....pada hijrah pertama
dan Mush'ab...mentarbiyah penduduk Yastrib..yang kelak bernama Madinah, yang kita kenal dengan penduduk Anshar nya....

Sampai, masa tabiin.
Setelah itu terputuslah halaqoh...
yang ada hanya Mujaddid di setiap zaman
seperti Umar bin Abdul Aziz, Ibnu Tamiyah, Imam Syafi'i...dst

Hingga permulaan abad 20 Masehi....

Saat itu, cuaca peradaban sedang suram di seluruh dunia islam. Mentari benar-benar telah terbenam, setelah kabut yang menggulungnya..berabad lamanya
sempurna menjadi malam dengan senja yang bertanduk Syaithan.....

Tetapi empat tahun setelah tahun 1924, tahun yang dikenang Taqiyyudin An Nabhani dan pergerakan Hizbut Tahrir sebagai tahun runtuhnya Khilafah....

Di tempat lain...Mesir tempatnya
Purnama itu mulai ,mengintip malu dari balik awan...
Lelaki itu....
HASAN AL BANNA
lelaki berusia 22 tahun
membuat sebuah keputusan menyejarah....
Al Ikhwan Al Muslimun
di dirikan olehnya..dengan desain do'a Nabi Ibrahim, sesuai ijabah illahi dan langkah-langkah Nabawi yaitu...
TARBIYAH....!!

Ustad Umar At Tilmisani...pelanjut Hasan Albanna yang ketiga mengatakan ;
Sistem Tarbiyah dalam membangkitkan kejayaan Islam, akan menjadi jalan yang sangat panjang, tapi TERCEPAT...
butuh waktu lama....
TAPI TERJAMIN HASILNYA....
dan perlu banyak pengorbanan
NAMUN TERJAGA ASHALAHNYA...
Kata beliau...demikianlah, Karakteristik da'wah para Rasul.....

)I(

Sahabat....

Tarbiyah
adalah Ruh Kebangkitan Umat
Berbahagialah dirimu
yang mewakafkan dirimu
dalam Kafilah da'wah ini......

Jasa Ikhwanul Muslimin terhadap kemerdekaan Republik Indonesia


Pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM), Hasan Al Banna ternyata pernah menjadi anggota Panitia Pembela Kemerdekaan Indonesia di Mesir. Atas desakan IM, Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI. Dengan demikian, lengkaplah syarat-syarat sebuah negara berdaulat bagi RI.

)I(

Kota pelabuhan Iskandariyah pertengah Juli 1945. Jam kayu di sebuah penginapan murah di kota pelabuhan Mesir telah menunjuk angka 22.00 waktu setempat. Di satu ruangan yang tak seberapa besar, empat-puluhan kelasi kapal berkebangsaan Indonesia berkumpul. Sejumlah mahasiswa Indonesia yang tengah studi di Mesir terlihat memimpin rapat.

Beda dengan pertemuan sebelumnya, malam itu atmosfir rapat terasa agak emosional! Para kelasi Indonesia yang bekerja di berbagai kapal asing yang tengah merapat di Iskandariyah, Port Said, dan Suez itu banyak yang yakin, jihad fii sabilillah yang tengah digelorakan banga Indonesia melawan penjajah belanda dalam waktu dekat akan sampai pada puncaknya.

Muhammad Zein Hassan, salah seorang mahasiswa Indonesia yang hadir, berpesan pada para kelasi agar mulai menabung. “Di saat terjadinya jihad, mereka sebaiknya meninggalkan kapal-kapal sekutu agar tidak menodai perjuangan.”

Sambutan para kelasi yang dalam kesehariannya jauh dari tuntunan agama itu sungguh mengharukan. Mereka dengan sepenuh hati menyanggupi hal tersebut. “Jika fatwa sudah turun, kami akan mematuhi,” ujar salah seorang dari mereka.

Tak terasa, jam telah berada di angka satu. Acara ditutup dengan sumpah setia dengan perjuangan bangsanya yang nun jauh di seberang lautan. Seluruh peserta mengangkat tangan kanan dan dikepalkan. Dengan menyebut nama Allah SWT, mereka bertekad akan membantu dengan sekuat tenaga jihad fii sabilillah yang akan digelorakan bangsanya dalam waktu dekat ini.

Sumpah para kelasi tersebut tidak main-main. Terbukti di kemudian hari, dua bulan setelah proklamasi dibacakan Soekarno-Hatta, dua orang kelasi Indonesia tiba di Kairo dengan berjalan kaki dari Tunisia.

“Saat kami tanya mengapa berjalan kaki sejauh itu, mereka menjawab bahwa mereka menerima fatwa yang dibawa teman-teman mereka dari Indonesia. Fatwa itu menyatakan haram hukumnya bekerja dengan orang kafir yang memerangi kaum Muslimin,” ujar Zein Hassan.

Walau tidak punya cukup uang, dua orang kelasi itu segera meninggalkan kapal sekutu tempatnya bekerja dan berjalan kaki menuju Mesir, karena di Mesir-lah berada banyak orang sebangsanya.

Di Mesir sendiri kala itu tengah berkembang sikap antipati terhadap penjajahan Inggris. Sikap non kooperatif terhadap penjajah Inggris ini dicetuskan oleh organisasi Al-Ikhwan Al-Muslimun yang mendapat sambutan luar biasa dari rakyat Mesir.

Sebagai gerakan dakwah yang menembus sekat geografis, Al-Ikhwan Al-Muslimun telah memiliki “jaringan iman” dengan berbagai gerakan Islam di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Sebab itu, ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, Sekutu dengan sekuat tenaga memblock-out berita ini masuk ke Timur Tengah. Dikhawatirkan jika kemerdekaan Indonesia sampai didengar umat Islam di sana, ini bisa menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di Timur Tengah.

Serapat-rapatnya sekutu menutup informasi ini, akhirnya pada awal September 1945, sebulan setelah kemerdekaan Indonesia dibacakan, berita ini sampai juga ke Mesir.

Mansur Abu Makarim, seorang informan Indonesia yang bekerja di Kedutaan Belanda di Kairo, membaca berita kemerdekaan Indonesia dalam suatu artikel di majalah Vrij Nederland. Bagai angin berhembus, berita ini dengan cepat menyebar ke Dunia Islam.

Koran dan radio Mesir memuat berita kemerdekaan RI dengan gegap gempita. Para penyiar dengan penuh semangat mengatakan bahwa inilah awal kebangkitan Dunia Islam melawan penjajahan Barat.

Di Mesir saat itu, seorang Arab hanya dihargai sepuluh pound Mesir jika dibunuh atau dilindas kendaraan militer Sekutu tanpa hak mengadu atau menggugat. Sebab itu, proklamasi kemerdekaan sebuah negeri Muslim terbesar di dunia ini disambut dengan luapan kebahagiaan.

Di sejumlah kota, Al-Ikhwan Al-Muslimun segera menggelar munashoroh besar-besaran mendukung penuh kemerdekaan Indonesia. Ini dijadikannya momentum momentum yang bagus untuk memerdekakan Mesir dari Inggris.

Bukan itu saja, sejumlah ulama di Mesir dan Dunia Arab dengan inisiatif sendiri membentuk “Lajnatud Difa’i’an Indonesia” (Panitia Pembela Indonesia). Badan ini dideklarasikan pada 16 Oktober 1945 di Gedung Pusat Perhimpunan Pemuda Islam dengan Jendral Saleh Harb Pasya sebagai pimpinan pertemuan.

Hadir dalam acara itu antara lain Syaikh Hasan Al Banna dan Prof. Taufiq Syawi dari Al-Ikhwan Al-Muslimun, Pemimpin Palestina Muhammad Ali Taher, dan Sekjen Liga Arab Dr. Salahuddin Pasya.

Dalam pertemuan yang semata didasari ukhuwah Islamiyah, pakar hukum internasional Dr. M. Salahuddin Pasya menyerukan negara-negara Islam untuk sesegera mungkin mendukung, membantu, dan mengakui kemerdekaan RI. Selain itu, Panitia Pembela Indonesia juga mengancam Inggris agar tidak membantu Belanda kembali ke Indonesia.

“Jika Inggris membantu Belanda untuk kembali ke Indonesia, maka Inggris akan menuai kemarahan Dunia Islam di Timur Tengah!” ancam Salahuddin Pasya..
Sejarah telah menulis, Inggris tetap membela “kawan seakidah” bernama Belanda. Pasukan NICA membonceng Sekutu kembali ke Indonesia.

Pada 25 Oktober 1945, sejumlah ulama NU pimpinan KH. Wahid Hasyim bertemu dan mengeluarkan fatwa jihad fii sabilillah melawan penjajah. Fatwa ini bergema ke seluruh nusantara dan disambut dengan gegap gempita.

Fatwa jihad inilah yang melatarbelakangi pertempuran 10 November 1945 di Surabaya (hingga kini 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan di Indonesia, ). Untuk memompakan keberanian rakyat Surabaya, Bung Tomo lewat corong radio perlawanan - cikal bakal RRI - terus menerus mengingatkan para mujahid bahwa gerbang surga telah terbuka luas bagi mereka yang syahid.

Hanya semangat jihad dan keridhaan Allah SWT yang mampu membuat ribuan rakyat Surabaya berani melawan pasukan Sekutu bersenjata lengkap.

Kedahsyatan pertempuran Surabaya bergema hingga ke Dunia Arab. Keberanian umat Islam Surabaya mengobarkan jihad melawan pasukan Sekutu yang habis mabuk kemenangan dalam Perang Dunia II, ditambah tewasnya satu Jenderal Sekutu - Malaby - di Surabaya, dirasakan oleh kaum Muslimin Timur Tengah sebagai bagian dari kemenangan Islam atas kaum kafir. Upaya perlawanan terhadap Inggris di Mesir pun kian membuncah.

Di berbagai lapangan dan Masjid di Kairo, Mekkah, Baghdad, dan negeri-negeri Timur Tengah, dengan serentak umat Islam mendirikan sholat ghaib untuk arwah para syuhada di Surabaya.

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada salib menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Dukungan negara-negara Islam di Timur Tengah terhadap kemerdekaan Indonesia tidak saja dilakukan dalam tingkat akar rumput, namun juga dalam dunia diplomasi. Dalam berbagai sidang di Perserikatan Bangsa-Bangsa, terlihat dengan jelas adanya perbedaan sikap antara negeri-negeri Muslim yang mendukung Indonesia dengan negeri-negeri salib yang memandang Indonesia masih bagian dari Belanda.

Wakil-wakil dari Indonesia di sidang PBB, diperbolehkan ikut sidang setelah negeri-negeri Arab mengakui kedaulatan RI, dalam menghadapi serangan pihak Sekutu sering menanggapinya dengan cara diplomatis dan terkesan lunak. Hal ini dikecam keras Muhammad Ali Taher dari Palestina.

“Mengapa kamu masih saja bersikap diplomatis terhadap seseorang yang ingin menghancurkan negeri kamu!” sergahnya mengingatkan wakil dari Indonesia agar tidak takut melawan kezaliman.

Di Mesir, sejak diketahui sebuah negeri Muslim bernama Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya dari penjajah kafir, Al-Ikhwan Al-Muslimun tanpa kenal lelah terus menerus memperlihatkan dukungannya.

Selain menggalang opini umum lewat pemberitaan media, yang memberikan kesempatan luas kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di koran-koran lokal miliknya, berbagai acara tabligh akbar dan demonstrasi pun digelar.

Para pemuda dan pelajar Mesir, juga kepanduan Ikhwan, dengan caranya sendiri berkali-kali mendemo Kedutaan Belanda di Kairo. Tidak hanya dengan slogan dan spanduk, aksi pembakaran, pelemparan batu, dan teriakan-teriakan permusuhan terhadap Belanda kerap dilakukan mereka.

Kondisi ini membuat Kedutaan Belanda di Kairo ketakutan. Mereka dengan tergesa mencopot lambang negaranya dari dinding Kedutaan. Mereka juga menurunkan bendera merah-putih-biru yang biasa berkibar di puncak gedung, agar tidak mudah dikenali pada demonstran.

Kuatnya dukungan rakyat Mesir atas kemerdekaan RI, juga atas desakan dan lobi yang dilakukan para pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun, membuat pemerintah Mesir mengakui kedaulatan pemerintah RI atas Indonesia pada 22 Maret 1946.

Inilah pertama kalinya suatu negara asing mengakui kedaulatan RI secara resmi. Dalam kacamata hukum internasional, lengkaplah sudah syarat Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat.

Bukan itu saja, secara resmi pemerintah Mesir juga memberikan bantuan lunak kepada pemerintah RI. Sikap Mesir ini memicu tindakan serupa dari negara-negara Timur Tengah.

Untuk menghaturkan rasa terima kasih, pemerintah Soekarno mengirim delegasi resmi ke Mesir pada tanggal 7 April 1946. Ini adalah delegasi pemerintah RI pertama yang ke luar negeri. Mesir adalah negara pertama yang disinggahi delegasi tersebut.

Tanggal 26 April 1946 delegasi pemerintah RI kembali tiba di Kairo. Beda dengan kedatangan pertama yang berjalan singkat, yang kedua ini lebih intens. Di Hotel Heliopolis Palace, Kairo, sejumlah pejabat tinggi Mesir dan Dunia Arab mendatangi delegasi RI untuk menyampaikan rasa simpati. Selain pejabat negara, sejumlah pemimpin partai dan organisasi juga hadir. Termasuk pemimpin Al-Ikhwan Al-Muslimun Hasan al Banna dan sejumlah tokoh Ikhwan dengan diiringi puluhan pengikutnya.

Setiap perkembangan yang terjadi di Indonesia, diikuti serius oleh setiap Muslim baik di Mesir maupun di Timur Tengah pada umumnya. Para mahasiswa Indonesia yang saat itu tengah berjuang di Mesir dengan jalan diplomasi revolusi, senantiasa menjaga kontak dengan Ikhwan.

Ketika Belanda melancarkan agresi Militer I (21 Juli 1947) atas Indonesia, para mahasiswa Indonesia di Mesir dan aktivis Ikhwan menggalang aksi pemboikotan terhadap kapal-kapal Belanda yang memasuki selat Suez.

Walau Mesir terikat perjanjian 1888 yang memberi kebebasan bagi siapa saja untuk bisa lewat terusan Suez, namun keberanian para buruh Ikhwan yang menguasai Suez dan Port Said berhasil memboikot kapal-kapal Belanda.

Pada tanggal 9 Agustus 1947, rombongan kapal Belanda yang dipimpin kapal kapal Volendam tiba di Port Said. Ribuan aktivis Ikhwan yang kebanyakan terdiri dari para buruh pelabuhan, telah berkumpul di pelabuhan utara kota Ismailiyah itu.

Puluhan motor boat dan motor kecil sengaja berkeliaran di permukaan air guna menghalangi motor-boat motor-boat kepunyaan perusahaan-perusahaan asing yang ingin menyuplai air minum dan makanan kepada kapal Belanda itu.

Motor-boat para ikhwan tersebut sengaja dipasangi bendera merah putih. Dukungan Ikhwan terhadap kemerdekaan Indonesia bukan sebatas dukungan formalitas, tapi dukungan yang didasari kesamaan iman dan Islam.

Walau pemimpin Ikhwan Hasan Al Banna menemui syahid ditembak mati oleh begundal rezim Mesir di siang hari bolong, 12 Februari 1949, dukungan ikhwan terhadap muslim Indonesia tidaklah berakhir. Dakwah tiada kenal kata akhir, hingga Islam membebaskan semua manusi

)I(

Ya Rabbana...segala puji bagimu
yang telah mengenalkan aku dengan komunitas ini
jadikan
AKU BAGIAN DARINYA
karena cintaku padaMu
dan juga RasulMu
dan kumpulkan kami
dalam barisan pembela agama mu.....!!
amin
-hamzah-

Belajar cinta dari pemuda kufah

Inilah kisah seorang Pemuda
ahli Ibadah
yang memenangkan
ALLOH
darpada cinta
semu berbalut syahwat dunia.....

Kejadiaanya diriwayatkan Al Mubarrid dari Abu Kamil, dari Ishak bin Ibrahim dari Raja' bin Amr Al Nakha'i. Seorang pemuda Kufa yang terkenal ahli ibadah suatu saat jatuh cinta dan tergila-gila pada seorang gadis.

Cintanya berbalas. Gadis iru sama gilanya. Bahkan ketika lamaran sang pemuda ditolak karena sang gadis telah dijodohkan dengan saudara sepupunya, mereka tetap nekat, ternyata. Gadis itu bahkan menggoda kekasihnya, "Aku datang padamu, atau kuantar cara supaya kamu bisa menyelinap ke rumahku". Itu jelas jalan sahwat.

"Tidak! Aku menolak kedua pilihan itu. Aku takut pada neraka yang nyalanya tak pernah padam!" Itu jawaban sang pemuda yang menghentak sang gadis. Pemuda itu memenangkan iman atas syahwatnya dengan kekuatan cinta.

"Jadi dia masih takut pada Allah?" Gumam sang gadis. Seketika ia tersadar, dan dunia tiba-tiba jadi kerdil di matanya. Ia pun bertaubat dan kemudian mewakafkan dirinya untuk ibadah.

Tapi cintanya pada sang pemuda tidak mati. Cintanya berubah jadi rindu yang menggelora dalam jiwa dan doa-doanya. Tubuhnya luluh lantak didera rindu. Ia mati, akhirnya.

Sang pemuda terhenyak. Itu mimpi buruk. Gadisnya telah pergi membawa semua cintanya. Maka kuburan sang gadislah tempat ia mencurahkan rindu dan doa-doanya.

Sampai suatu saat ia tertidur di atas kuburan gadisnya. Tiba-tiba sang gadis hadir dalam tidurnya. Cantik. Sangat cantik. "Apa kabar? Bagaimana keadaanmu setelah kepergianku," tanya sang gadis. "Baik-baik saja. Kamu sendiri disana bagaimana," jawabnya sambil balik bertanya. "Aku disini, dalam surga abadi, dalam nikmat dan hidup tanpa akhir," jawab gadisnya.

"Doakan aku. Jangan pernah lupa padaku. Aku selalu ingat padamu. Kapan aku bisa bertemu denganmu," tanya sang pemuda lagi. "Aku juga tidak pernah lupa padamu. Aku selalu berdoa kepada Allah menyatukan kita di surga. Teruslah beribadah. Sebentar lagi kamu akan menyusulku," jawab sang gadis. Hanya tujuh malam setelah mimpi itu, sang pemuda pun menemui ajalnya.

Atas nama cinta
ia memenangkan Allah
atas dirinya sendiri,
memenangkan iman atas syahwatnya sendiri.
Atas nama cinta pula Allah
mempertemukan mereka.
DI SURGA

Cinta selalu bekerja dengan cara itu.

Mengembalikan ruh para mujahid pena

Ketika saya menulis notes ini, intinya saya sedang memuhasabah diri..
Begitu banyak notes yang di postingkan
Tapi apakah diri ini sadar
Kelak kita lah yang pertama yang ditanya tentang itu semua oleh Rabb kita
Disinilah peranan
RUHIYAH
Memiliki andil yang sangat besar

Saya mencoba membiasakan diri
Sholat dua Rakaat dan dalam keadaan Berwudhu
Sebelum menulis notes atau membuat video
Begitu juga ketika akan mempostingkannya di Facebook
Satu Tujuan
Agar kata-kata itu memiliki RUH
MERUBAH ORANG YANG MEMBACANYA….!!

Sahabatku
Para Mujahid Pena
Sejenak kita telusuri kembali
Contoh para Da’I yang telah banyak menggerakan hati manusia
Lewat tulisan tangannya
Lewat kata-katanya

Pada mereka kita bercermin
Agar semangat ini tak pernah padam
Agar goresan tangan kita tak menjadi lilin, menerangi lalu padam
Tapi menjadi Matahari
Tak pernah lelah memberi sinar, kepada siapapun

Matahari itu adalah kita
Para Mujahid Pena…

Sahabatku
Notes ini untuk antum, persembahan cintaku kepada Antum semua..di jalan dakwah ini
Semoga mengundang Keridhoan Alloh (hamzah)

)I(


Suatu waktu dalam hidup Sayyid Qutb, ia pernah bimbang. Ia didatangi keraguan. Antara meneruskan menulis atau menghentikannya. Dalam perenungannya ia bertanya tentang manfaat dari makalah-makalahnya yang telah banyak beredar. Tidakkah lebih baik jika ia meletakkan tintanya lalu mengambil peluru untuk menghentikan kezaliman orang-orang yang melampaui batas.

Untunglah saat-saat seperti itu tidak berlangsung lama. Sayyid Qutb memutuskan untuk tetap menggoreskan tintanya. Sayyid Qutb memilih melanjutkan perjuangan menulisnya. Ini setelah Sayyid Qutb membaca kembali tulisan-tulisannya yang lama dan bertemu dengan orang-orang yang membaca tulisannya. Tulisan lama itu ternyata membawa kekuatan untuk menjaga bara api perjuangan Sayyid Qutb tetap menyala. Sementara bagi orang lain yang ditemuinya, tulisan Sayyid Qutb membawa kekuatan motivasi untuk memperjuangkan Islam dalam hidup mereka.

Kelak, keputusan Sayyid Qutb ini terbukti benar dan membawa pengaruh besar. Sayyid Qutb telah lama mati, tapi kekuatan kata-kata dalam setiap tulisannya masih “abadi”. Banyak orang yang kemudian terpanggil memperjuangkan Islam dan bergabung dalam kafilah dakwah setalah membaca tulisannya. Seperti kata KH. Ali Yafie: “Kata-kata yang digunakan oleh al-Ustadz Sayyid Qutb begitu indah dan menyentuh hati sehingga menyemangati saya untuk berislam serta memperjuangkannya.”

Hassan Al-Banna adalah contoh lain dalam hal kekuatan kata-kata. Jika Sayyid Qutb menulis banyak buku dan mentransformasikan kekuatan kata-kata melalui bahasa tulisan, Hasan Al-Banna adalah dai yang langsung menggelorakan semangat dengan orasinya serta menyentuh jiwa melalui pendekatan personal dan untaian bahasanya. Hasan Al-Banna tidak mencetak buku tetapi mencetak kader. Majmuatur Rasail yang dikenal sebagai karya monumental Hasan Al-Banna sebenarnya adalah himpunan risalah, bukan buku. Sementara Haditsu Tsulatsa ditulis Ahmad Isa Asyur untuk meng-“abadi”-kan materi-materi ceramah Hasan Al-Banna yang disampaikannya secara langsung setiap selasa malam di kantor Ikhwan.

Kata-kata Hasan Al-Banna seperti mengandung kekuatan magis yang mampu menarik pendengarnya ke arah dakwahnya. Maka forum-forum dakwah Al-Banna menjadi sangat diminati dan jumlah pesertanya terus meningkat dari hari ke hari. Banyak yang langsung menangis begitu mendengar taujihnya. Lalu mereka pulang dengan semangat keislaman yang membara. Dari sana, lahirlah tokoh-tokoh dakwah dan ulama besar didikan Al-Banna; Sayyid Qutb, Muhammad Qutb, Ali Abdul Halim Mahmud, Muhammad Al-Ghazali, Yusuf Qardhawi, dan lain-lain.

Jika kata-kata menemukan kekuatannya pada Sayyid Qutb, Hasan Al-Banna, dan banyak mujahid dakwah lainnya, mengapa pula banyak dai yang kata-katanya tidak lagi memiliki ruh? Entah kata-kata secara lisan, atau berbentuk tulisan.

Kata-kata yang tak lagi memiliki ruh ini akan terlihat pada atsar-nya. Mulai dari ceramah dai yang hambar dan kosong makna. Tulisan aktifis dakwah yang tidak berkesan dan terasa hampa. Sampai kata-kata murabbi yang tidak berpengaruh dan berbekas pada para mutarabbinya.

Hal pertama yang dapat dipahami adalah kata-kata takkan memiliki ruh jika keluar dari orang yang tidak meyakininya. Seperti orang yang memotivasi orang lain agar optimis menatap masa depan, namun sebenarnya ia sendiri ragu menghadapi hari-hari mendatang.

Kedua, ketika kata-kata yang dikeluarkan lisannya terlebih dulu telah dikhianati hati dan amalnya. Seperti orang yang mengajak qiyamullail dan menjanjikan kemenangan dakwah dengannya, sementara ia sendiri telah memutuskan “sami’na wa’ashaina”: aku mendengar ajakan ini, tetapi aku takkan melakukannya. Sebelum kata-kata itu sampai di telinga mad’u-nya, ruh-nya telah dicabut oleh sikap dainya. Jadilah ia tidak lebih dari rangkaian huruf tanpa makna.

Dua hal ini pembunuh utama ruh kata-kata, sebab ruh itu sesungguhnya dari Allah dan takkan mungkin dianugerahkan kepada orang yang dimurkai-Nya: “Hai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah jika kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. Ash-Shaf : 2-3)

Ketiga, kurang dekatnya hubungan dengan Allah SWT. Padahal kedekatan kepada Allah, terutama pada waktu malam dengan qiyamullail dan tilawah adalah standar kelayakan kata-kata memiliki ruh; menjadi berbobot atau qaulan tsaqiilaa (QS. Al-Muzammil : 5)

Keempat, menurunnya keimanan dan ketaqwaan. Padahal keduanya berbanding lurus dengan ruh kata-kata; menjadikan nasehat dan taujih benar dan tepat sasaran atau qaulan sadiida (QS. Al-Ahzab : 70)

Kelima, kotornya hati akibat kemaksiatan dan dosa. Sebaliknya, tazkiyatun nafs dan taubat nasuha menjadikan hati cemerlang (qalbun mushoqqolun). Seperti cermin ketika bersih dari debu bisa memantulkan cahaya, hati yang cemerlang menghantarkan kata-kata masuk dalam hati pendengarnya. “Jika bertaubat dan beristighfar, maka cemerlanglah dan cemerlanglah hatinya.” (HR. Ibnu Majah)

Semoga Alloh Meneguhkan Hati Kita Semua

"2002" Israel tamat

Apakah Israel akan hancur pada tahun "2022" ??
untuk menjawab ini secara ILMIAH
tentu membuat antum penasaran bukan??

Saya menggunakan metode tafsir analitik. Dari sini disimpulkan bahwa dua janji Alloh kepada Bani Israil yang diturunkan dalam kitab Taurat dan Al quran baru terlaksana sekali.

Berarti masih akan terjadi sekali lagi, lalu kapan itu terjadi? Untuk menjawab pertanyaan ini saya menggunakan sebuah pendekatan baru yang dinamakan !! ta'wil matematik?

dengan angka 19 sebagai dasarnya.

MENGAPA ANGKA 19 ??

Dr. Bassam Jarrar juga telah menulis sebuah karya fenomenal tentang Mukjizat angka 19 dalam
Alquran.

Dalam karya tersebut disimpulkan bahwa dengan angka 19 yang merupakan salah satu
angka mukjizat dalam Alquran, kita dapat mengetahui kapan akhir dari negara Israel.
Menakjubkan, bukan?

Ini bukan sembarang ramalan, namun ini berdasarkan pada rahasia angka19 dalam Alquran.
Sayyid Majid al-Mahdi dalam karya nya "Awal pera ng Amerika versus Imam Mahdi"
juga telah mengatakan bahwa tahun 2022 adalah tahun lenyapnya negara Israel.


Untuk pertama mari kita perhatikan sekelumit dari bagian buku Mukjizat Angka 19 dalam Alquran.

Bilangan 19 adalah jumlah huruf yang terdapat pada kata Basmallah
setelah dilakukan sebuah penelitian maka didapatkan bilangan 19 adalah sebuahbilangan primer dalam sistem matematika.

Begitu juga, ternyata Alquran pun membangun
sistem matematikanya dengan bilangn tersebut.

Dalam arti lain banguna n metematika Alquran
adalah kata Basmallah itu sendiri.

Hal tersebut saya kira adalah suatu hal yang amat logis dan dapat dengan mudah dimengerti.

Kalau kita perhatikan angka 19 terdiri dari angka terkecil dan angka terbesar.

Yaitu angka 1 yang merupakan bilangan terkecil dan 9 yang merupakan bilangan terbesar.

Untuk itu angka 19 adalah mewakili seluruh bilangan dalam sisitem matematika.

Selanjutnya dibawah ini akan saya paparkan beberapa contoh berkenaan dengan keistimewaan
angka 19:
19 X 1 = 19 (1 + 9) = 10 (1 + 0) = 1
19 X 2 = 38 (3 + 8) = 11 (1 + 1) = 2
19 X 3 = 57 (5 + 7) = 12 (1 + 2) = 3
19 X 4 = 76 (7 + 6) = 13 (1 + 3) = 4
19 X 5 = 95 (9 + 5) = 14 (1 + 4) = 5
19 X 6 = 114 (1 + 1 + 4) = 6
19 x 7 = 133 (1 + 3 + 3) = 7
19 X 8 = 152 (1 + 5 + 2) = 8
19 X 9 = 171 (1 + 7 + 1) = 9
19 x 10 = 190 (1 + 9 + 0) = 10 (1 + 0) = 1
19 X 11 = 209 (2 + 0 + 9) = 11 (1 + 1) = 2

Begitu selanjutnya dimulai dari angka 1 dan berakhir di angka 9 kemudian kembali lagi ke angka 1 dan berakhir pula di angka 9 dan seterus nya...

Angka 19 adalah bilangan Basmallah. Pertama kali yang turun dari Alquran adalah 19 kata, yaitu: jumlah kata surat al-Alaq dari ayat 1 sampai ayat 5.

Kemudian urutan surat tersebut dalam Alquran adalah yang ke 19, jika dihitung dari akh ir Alquran.

Angka 19 dalam basmallahdapat juga diuraikan sebagai berikut;

Kata ism terulang dalam Alquran sebanyak 19 kali (19 x 1)
Kata Allah terulang dalam Alquran sebanyak 2698 kali (19 x 142)
kata Rahman terulang dalam Alquran sebanyak 57 kali (19 x 3)
kata Rahim terulang dalam Alquran sebanyak 114 kali (19 x 6)
Pengulangan kalimat-kalimat di atas sebanyak 152 kali yaitu
(1 + 142 + 3 + 6 = 152).
152 adalah hasil dari 19 x 8.
Bukankah hal ini menakjubkan?

Kehancuran Israel Pertama
Terkait dengan angka-angka di atas, ada beberapa hal yang ingin saya tegaskan.

Pertama, ingin saya tegaskan bahwa jika dihitung berdasarkan penanggalan Hijriyah, usia negara
Israel adalah 76 tahun.

Sedangkan jika dihitung berdasarkan penanggalan Masehi maka usia
Israel menginjak 74 tahun.
Saya ingin membuktikan atau menunjukkan bahwa angka usia negara Israel berdasarkan
perhitungan penanggalan Hijriyah, sesuai dengan rahasia angka pada beberapa ayat dalam surat
al-Isra . Be rikut ura iannya.
Surat al-Isra terdiri da ri 111 ayat. Dalam Surat al-Isra , ayat yang terka it dengan Bani
Israil dimulai sejak ayat kedua. Jika kita menghitung kata pada ayat 2, dari sampai ayat 7 pada kata , maka jumlahnya 76 kata.

Dan jumlah ini sama
dengan usia negara Israel, sebagaimana dijelaskan di atas.

Mungkin fakta ini belum begitu meyakinkan pembaca.

Dengan angka 19 itu saya mengalikan jumlah huruf, kalimat atau angka tertentu yang diperoleh dari ayat Quran. Hasilnya adalah keajaiban dan menunjukkan kemukjizatan AlQuran karena disitu diperolehlah angka 2022 sebagai tahun diprediksikannya ISRAEL Hancur.


Tafsir Ayat-ayat Surat Al Isra tentang Kehancuran Israel.

Peristiwa isra miraj terjadi satu tahun sebelum Nabi berhijrah ke Madinah. Pada saat itu peristiwa tentang kejatuhan bangsa Yahudi sudah berlalu, kurang lebih selama 500 tahun. Rentang waktu yang cukup lama. Setelah peristiwa isra miraj tersebutlah permulaan surat Al isra atau yang juga disebut Bani Israil diturunkan.

Yang menarik, peristiwa isra miraj Rosul hanya disebut dalam satu ayat saja dalam surat Bani Israil tersebut yaitu Ayat ke 1 (Buka QS Al Isra : 1).

Setelah itu mulai Ayat 2 pembicaraan dilanjutkan tentang :

Dan telah kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami telah menjadikannya sebagai petunjuk untuk Bani Israil,(dan diwasiatkan kepada mereka) agar kamu janganlah menjadikan wakil (penolong untuk tempat menyerahkan segala urusan) dari selain-Ku?? (QS Al Isra :2)

dilanjutkan QS Al Isra : 4-6

Muncul pertanyaan , apakah hubungan Musa,Bani Israil, dan peristiwa Isra? ?

Dalam Kitab Taurat, Tuhan telah memutuskan bahwa bani Israil akan memasuki bumi yang diberkati (Palestina). Bahkan disana mereka akan mendirikan pemerintahan. Tetapi kemudian mereka membuat kerusakan besar sehingga menyebabkan Alloh menghukum mereka dengan cara mengirim hamba-hamba-Nya yang tangguh.

Setelah kerajaan mereka binasa, mereka diusir dan dicerai beraikan.Perkara ini juga telah dikabarkan Alloh dalam Qs Al maidah :21

Wahai kaumku masuklah kedalam bumi (Palestina) yang disucikan, yang Alloh telah tetapkan buat kamu.?

Namun kaum Bani israil kembali membuat kerusakan. Ini dimulai sejak kedua nabi Alloh Dawud dan Sulaiman wafat. Orang-orang Bani Israil terpecah menjadi 2 bagian yang saling membuat kemungkaran.

Nabi Sulaiman sendiri wafat tahun 935 SM. Setelah itu sebanyak 12 suku bangsa Yahudi membelot. Seiring kerusakan dan kebobrokan moral yang semakin menjadi,serangan musuh pun datang bertubi-tubi.

Dimulai dari serangan bangsa Mesir, Lalu yang paling dahsyat adalah serangan dari bangsa Assiria dan Babilonia.

Dalam muqadimah Kitab raja-raja Kedua disebutkan bahwa Bangsa Assiria menyerang pada tahun 722 SM pada bagian utara. Pada tahun 586 SM Bangsa babilonia menghancurkan Kerajaan Israil bagian selatan. Disini kita melihat bahwa Kedua bangsa ini lah yang menjadi pelaksana ketentuan Alloh.

Setelah kehancuran Israel oleh bangsa Babilonia, tidak ada lagi negara atau kerajaan Israel Yahudi yang lahir kembali kecuali baru pada tahun 1948 M di bumi Palestina.

Kenapa nubuat ini diberitakan sekali lagi dalam Al quran setelah berlalu hampir 1800 tahun sejak diturunkan pertama kali dalm kitab Taurat? Jawabnya : Seandainya pengkabaran kedua janji Alloh itu telah terbukti sebelum kedatangan Islam, niscaya kita akan sulit memahami hubungan Bani Israil, Musa, dan peristiwa Isra Miraj nya Rosulullah.

Adapun apabila janji Alloh yang pertama sudah terbukti, lalu janji Alloh yang kedua baru akan terjadi dimasa depan umat Islam, dan sekarang Umat Islam masih menunggu berlakunya janji Alloh yang kedua itu, seperti yang difirmankan Alloh dalam surat Al Isra? ayat 4-5.

Tafsir Analitik

Tafsir analitiknya dilihat dari QS Al Isra? ayat 4-5.

Dan kami tetapkan kepada Bani Israil di dalam kitab (Taurat),sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di bumi (Palestina) dua kali, dan sesungguhnya kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. (QS Al Isra?:4)

Maka apabila telah tiba janji pembalasan (atas kejahatanmu) untuk kali yang pertama dari dua (janji pembalasan), Kami datangkan kepada kamu hamba-hamba Kami yang tangguh dan hebat serangannya, lalu mereka menjelajah (merajalela) di segala pelosok kampung-kampung. Dan (peringatan ini) adalah sebuah janji yang pasti ditunaikan. (QS Al Isra:5)


Kembali untuk memenuhi janji Terakhir.

Orang-orang Yahudi yang telah tercerai berai dan terlunta-lunta akhirnya kembali ke bumi yang diberkati dan berusaha mencapai kemerdekaan atau paling tidak mendapatkan pemerintahan otonomi.Hal ini di jelaskan dalam Al quran :

Kemudian Kami kembalikan lagi kepada mu kekuasaan dari mereka (yang pernah mengalahkan kamu) dan kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak lelaki yang banyak. Serta kami jadikan kamu kaum yang ramai pasukannya. (QS AL Isra?:6)

Jika kita teliti kembali dalam realitanya maka berdirinya Negara Israel berdasarkan 6 Unsur , yaitu:

1. Kekuasaan dan negara Israel Yahudi akan dikembalikan sekali lagi kepada mereka setelah berhasil mengalahkan bangsa yang dulu pernah membinasakan kerajaan mereka yang pertama. Berdirinya negara Yahudi kedua dalam sejarah belum pernah terjadi selain pada tahun 1948 M, yaitu setelah berhasil mengalahkan pasukan Arab.( kemudian Kami kembalikan lagi kepadamu kekuasaan dari mereka yang pernah mengalahkanmu.Al Isra:6)

2. Bangsa Israel dibantu dengan dukungan harta yang melimpah ruah untuk mendirikan negara Israel. (dan Kami membantumu dengan harta kekayaan).

3. Israel didukung oleh kekuatan para pemuda yang siap berperang untuk mendirikan negara.Terbukti dengan ambisi mereka untuk menghijrahkan pemuda-pemuda yahudi dari berbagai negara ke Palestina, sejak sebelum Israel ada hingga hari ini. (dan anak-anak lelaki yang banyak)

4. Ketika perang Arab- Israel terjadi,jumlah tentara Yahudi lebih banyak daripada tentara musuhnya (negara Arab). Faktanya pada tahun 1948 jumlah tentara Israel 3x lebih banyak dari tentara Arab.

5. Orang-orang Yahudi berkumpul kembali setelah lama terpecah belah ke seluruh penjuru bumi.

6. Ketika Itu orang-orang Yahudi sudah berasal dar bermacam-macam suku. Adapun kini mereka berasal dari 70 bangsa. (Maka apabila telah datang janji hukuman yang terakhir, Kami akan mendatangkan kalian dalam keadaan bercampur baur Al Isra:104)



Penjelasan Matematik Terhadap Nubuat Al Quran.

Dalam sebuah makalah yang dibuat oleh Syaikh Muhammad Ahmad Ar-Rasyid tentang Tata Dunia Baru diceritakan tentang perkara berikut :

Sewaktu negara Israel berdiri dan diproklamirkan tahun 1948, seorang perempuan tua Yahudi masuk ke rumah ibu Muhammad Ar-Rasyid dalam keadaan menangis. Ketika ditanya kenapa dia menangis padahal orang-orang Yahudi sedang bergembira, dia menjawab Sesungguhnya berdirinya negara Yahudi ini menjadi sebab mereka akan dibinasakan.

Menurut perempuan tua itu bahwa negara Yahudi yang baru berdiri itu hanya akan berumur selama 76 tahun.

Menurut Muhammad Ar-Rasyid perkara ini ada kaitannya dengan putaran komet Heli yang punya hubungan erat dengan kepercayaan Yahudi.

Angka 19 dan Nubuat Kehancuran Israel

1. Berdasarkan kabar perempuan Yahudi tadi, negara Israel hanya berumur 76 tahun saja, yakni 19 x 4 . Katakanlah 76 tahun itu tahun Qamariyyah , karena Yahudi menggunakan hitungan bulan Qamariyyah. Tahun 1948 M bertepatan dgn tahun 1367 H, Dengan demikian jika perkiraan tadi benar berarti negara Israel akan berlangsung hingga tahun 1367 + 76 = 1443 H/2022M

2. Setiap kalimah dalam surat Al Isra menunjukkan hitungan satu tahun karena kalimatnya yang berjumlah 1556 itu = 1556 tahun (bilangan tahun antara kehancuran kekuasaan israel pertama hingga peristiwa Isra).

Jumlah ayat surat Al Isra sebanyak 111 = jumlah ayat dalam surat Yusuf.

Dan Kesamaan ini hanya ada dalam dua surat ini saja.

Apabila diteliti, surat Yusuf sebenarnya berbicara tentang ke munculan Bani Israil, sedangkan surat Bani Israil berbicara tentang akhir dari kewujudan Bani Israil di muka bumi suci yang diberkati. Setiap ayat dari surat Al Isra sering diakhiri dgn kalimah seperti : wakiilan, syakuuran, nafiiran, lafiifan semuanya berjumlah 111.

Dari jumlah itu jika dibuang beberapa kalimah yang sering diulang-ulang, maka tinggal 76 kalimah, yakni = 19 x 4.

Seperti keterangan terdahulu bahwa setiap satu kalimah mewakili bilangan satu tahun. 76 TAHUN !

Ada 4 ayat dalam surat Al Isra yang terdiri dari 19 kalimah, artinya jumlah kalimahnya 19 x 4. HASILNYA SEKALI LAGI adalah 76!!!

Seketika terlintas di benak saya untuk melihat ayat ke 76 yang ternyata berbunyi :

"Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal melainkan sebentar saja.(Al Isra:76)

PERHATIKAN, sesudah kata qaliilan (sebentar/sedikit waktu) langsung terdapat nomor ayat yang ke 76..

Itu ARTINYA

ISRAEL HANYA BERDIRI SELAMA 76 TAHUN SAJA !!

dan seluruh orang Yahudi di dunia berkumpul di satu titik..yaitu Palestina...!!

Karena Kita Umat Islam akan mengepungnya....
dari segala penjuru arah.....!!

Hingga Batu dan Pohon pun Berbicara....!!

Allohu Akbar !!!!!!!!!!!!

LELAKI PENGGENGGAM HUJAN

Lelaki ini adalah Otak Staretegi Perang “Parit”
Di Madinah seorang Muslimah, telah mengambil hatinya
Bukan sebagai KEKASIH….
Tapi sebagai sebuah PILIHAN..

Pilihan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.
Menikah.

Iya hanya Menikah, jalan itu…
Tapi Madinah adalah tempat asing untuknya…
Madinah memiliki adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya
Ia berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang pelik bagi seorang pendatang….

Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi Madinah
berbicara untuknya dalam khithbah…
Maka disampaikannyalah gelegak hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abud Darda’.
”Subhanallaah.. wal hamdulillaah..”, girang Abud Darda’ mendengarnya
Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan.

Maka setelah persiapan dirasa cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru tengah kota Madinah.

Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abud Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.

”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua, shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterus terangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami menolak pinangan Salman.

Namun jika Abud Darda’ kemudian juga memiliki urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah. Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar dari pada pelamarnya!

Itu mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati.

Bayangkan sebentuk malu yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan ini akan aku serahkan pada Abud Darda’, dan aku akan menjadi saksi pernikahan kalian!”

Cinta memang tak harus memiliki…

)I(

Lelaki ini adalah Khalifah ke empat, setelah Usman bin Affan…
Dia memandang seorang bocah perempuan
Di pelataran rumah seorang sahabatnya…
‘Aisyah binti Thalhah.
Nama bocah perempuan itu…..

Maka berkelebatlah Kenangan
Tentang sahabatnya itu ….Thalhah

Thalhah lah lelaki yang mengatakan
Pada perang Uhud
“Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa…”
“ Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau ridha.”
Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela seujung bulu pun terpapas.

Tapi ia juga yang membuat Arsy Alloh bergetar dengan perkataannya
Maka Alloh menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelima puluh tiga surat Al Ahzab.

Ini di sebabkan
Ketika Thallhah berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya

Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka.
Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik.

Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati,
“Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Maka bergetarlah Langit
“Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”
(QS Al Azhab 53)

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya.

Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah.
‘Aisyah binti Thalhah.
Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya.
Persis seperti ‘Aisyah binti Abu Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Cinta memang tak harus memiliki…

)I(

Lelaki ini adalah sebaik-baiknya Raja
Sepeninggal Khalifah ke empat Ali Bin Abu Thalib

Hatinya, bergetar dan ia tahu
Dia telah Jatuh cinta
Pada seorang Muslimah Sholeha…
Rakyatnya

Tak ada yang istimewa
Pada wanita itu dari segi kecantikannya
Justru itu lah yang membuatnya Jatuh Cinta

Maka dengan kekuasaanya
Ia menikahi wanita itu…

Tapi ia tak tahu
Ia tak pernah bisa
MENIKAHI HATI WANITA ITU……

Wanita itu telah melatakan hatinya
Pada pemuda desanya….

Hingga di keheningan malam
Di 1/3 terakhir
Terdengarlah olehnya
Bait-bait
Puisi dalam lantunan Doa….
Tentang kerinduannya
Pada pemuda desa itu…

Ia sadar
Ini adalah DEKLARASI JIWA istrinya
“Aku Tak Mencintaimu”

Maka dengan berat hati
Ia ceraikanlah istrinya

Lelaki ini adalah Muawiyyah bin Abu Sofyan
Duta pertama dari Rasulullah Saw
Yang datang dan melaporkan keadaan Kepulauan Nusantara
Kepada Nabi Saw

Cinta memang tak harus memiliki…

)I(

Lelaki ini adalah IDEOLOG IKHWANUL MUSLIMIN
Orang no 2 yang sangat berpengaruh setelah Hasan AlBanna, pada Harokah itu..

Ia adalah lelaki Sholeh
Dulu ia pernah jatuh cinta pada gadis desanya
Namun gadis desa itu menikah
3 tahun setelah Lelaki ini pergi belajar ke luar negeri untuk Belajar
hal ini membuat ia sedih
namun ia tak mau larut dalam kesedihannya

kisah cintanya ia mulai dari awal lagi.
Ia kemudian jatuh hati pada Wanita Kairo.
Meskipun tidak terlalu cantik,
Ia tertarik pada gelombang unik yang keluar dari sorot mata wanita tesebut.

Tapi pengakuan bahwa gadis tersebut pernah menjalin cinta dengan laki-laki lain, membuat runtuh cinta lelaki ini

Ia hanya ingin wanita yang benar-benar perawan, baik fisik maupun hatinya
Akhirnya Ia membatalkan menikahi gadis tersebut.
Hal ini membuat Lelaki itu sedih cukup lama….

Sampai kemudian ia putuskan untuk menerima kembali wanita tersebut
Namun apa yang terjadi?? Ditolak.
Inilah yang kemudian membuat lelaki itu menulis roman-roman kesedihannya.

Yang luar biasa adalah, Lelaki Ini sadar dirinya berada dalam alam realitas.
Bukan dalam dunia ideal yang melulu posesif, indah dan ideal.

Kalau cinta tak mau menerimanya, biarlah ia mencari energi lain yang lebih hebat dari cinta. “Allah”,

Energi itulah yang kemudian membawanya ke penjara selama 15 tahun.
Menulis karya monumentalnya Tafsir “Fi Zilaalil Qur’an” (dalam naungan al qur’an).

Dan Syahid di tiang gantungan.
Sendiri!!!
Tidak ada air mata, tidak ada kecupan, tidak ada sentuhan wanita.
Benar-benar sendirian!!

Lelaki ini adalah
SAYYID QUTHB

Lelaki yang Alloh Maha Tahu…
Bahwa dirinya Lebih di HAJATKAN LANGIT…
Daripada wanita bumi….

Cinta memang tak harus memiliki…


Pada Salman…
Pada Thalhah
Pada Mu’awiyyah
Dan
Pada Sayyid Quthb

Kita belajar
Bahwa cinta itu harus di letakan di tangan
Bukan di hati
Karena sebelum deklarasi Akad di Ucapkan
Tak ada Hak pada dirimu….!!!
Tentang Wanita yang engkau cintai itu…..!!

Engkau hanya punya doa dan ikhtiar
Selanjutnya biarlah Alloh yang menentukan akhir kisah kita…..

Salman, Thalhah, Mu’awiyyah, Sayyid Quthb
Adalah LELAKI PENGGENGGAM HUJAN

Tak ada air mata..
Untuk mengenang kegagalan cinta mereka

Yang ada adalah air mata
Dalam doa-doa mereka
Semoga Alloh memberikan gantinya yang lebih baik
Lebih dari segala-galanya..
Di banding wanita itu…..

Sahabat…
Engkau pun Lelaki Penggenggam Hujan
Maka
Jangan Bersedihlah…