Sabtu, 18 Desember 2010

The secret of happyness

Beberapa hari yg lalu aku berjanji akan menceritakan dua kisah ttg hal2 yg menyangkut pemuda..baru satu aku cerita.Kali ini aku tunaikan.Mudah2an di tengah maraknya diskusi keagamaan yg konservatif 'fanatik' dgn yg 'liberal' mudah2an kisah ini memberi jalan tengah..Buatku diskusi2nya sehat tapi kalau berlarut memang tak produktif. Padahal sdh saatnya kita bersama mengisi kemerdekaan negeri ini dgn baik. Tak boleh ada yg menyematkan diri sbg centre of the world. Paling benar dan paling suci. Karena elemen kebenaran itu ada di mana2..Cerita yg akan kukisahkan ini mewakili sikapku dan bgm sebaiknya membangun jembatan pengertian utk kebaikan bersama..Ceritanya dari Paolo Coelho. Novelis yg aku suka. Tapi ceritanya saya kira bisa memberi solusi terhadap apa yg kerap kita diskusikan..
Paolo Coelho bercerita ttg seorg pemuda yg mengembara mencari tahu dan jawaban ttg the secret of happiness. Mengembara memaknai bahagia..Oleh teman2 dan org tuanya, ia disarankan utk menemui seorg pertapa, org suci, yg mungkin sekali memberi jawaban atas kehampaan hidupnya.Walaupun perjalanannya bgt berat, keinginannya utk menggapai kemenangan dan kebahagiaan mengalahkan segalanya.He has to meet the holy man Setelah menempuh perjalanan berat siang dan malam, akhirnya si pemuda bertemu dgn org suci yg dimaksud...Tapi si pemuda terkejut, karena si org suci yg ditemuinya itu berbeda sekali dgn gambaran org suci yg ada di benaknya sebelumnya.. Dibenaknya, org suci atau pertapa itu biasanya identik dgn rambut panjang terurai,pakaian putih merumbai,hidup di hutan sepi dan di gubuk. Pertapa atau org suci pokoknya memilih jalan yg sunyi dan sendiri. Jauh dari hiruk pikuk lingkungannya..Tapi pertapa yg ditemui si pemuda ini berbeda sekali ternyata dari gambaran pertapa yg ada di benak si pemuda tadi..Pertapa yg dihadapinya ternyata sosok yg hidup di castle dan istana yg sangat indah. Kesehariannya diliputi keramaian tak terkira..Utk sekedar menemui dan berbicang dgnnya, si pemuda perlu antri berjam2 krn tamu si pertapa yg bgt banyak dan beragam..Setelah menunggu lama, akhirnya si pemuda memperoleh giliran utk menyampaikan keinginan dan maksud hatinya pada sang pertapa.."Wahai anak muda, apa yg mendorong hatimu ingin menemuiku?" Kata si pertapa bijaksana.."Aku ingin menikmati hidupku dan mencari rahasia kata bahagia" kata si pemuda..Si pertapa tertegun, dan berkata" ungkapan hatimu bgt sederhana. Aku hrs menemui yg lain terlebih dahulu"."Tapi krn perjalanan dan perjuanganmu utk menemuiku sdh demikian keras, kita akan mendiskusikannya nanti" kata si pertapa lembut. "Tapi selama engkau menunggu giliranmu menemuiku, ada baiknya engkau anak muda jalan2 dulu melihat puri atau istanaku ini.."Dan slama engkau mlihat istanaku,aku titipkan sebuah sendok dan dua tetes minyak di atasnya.Tolong jaga baik2 agar dua tetes ini tdk jatuh!Si pemuda ini mulai melihat dan mengelilingi istana si pertapa dgn sendok dgn dua tetes minyak di atasnya yg di jaga dgn sangat hati2..Setelah berjam2 dan penat akhirnya si pemuda dipanggil oleh si pertapa dan menanyakan pengalamannya mengelilingi istana miliknya..Anak muda, bgm pendapatmu ttg perpustakaanku? Tanya si pertapa. Krn dia yakin si pemuda pasti ke sana. Si pemuda kaget, krn dia memang telah ke perpustakaan..Tapi karena kekeuh dan istiqomah menjaga sendok dan dua tetes minyak di atasnya dia tak sempat membaca apa2 di perpustakaan si pertapa..Oke kalau kau tak sempat menikmati perpustakaanku, bagaimana pendapatmu anak muda ttg taman2ku yg didisain oleh cerdik cendikia?Si pemuda kaget,krn memang dia sempat di taman tapi tak bisa menyaksikan dan belajar apa2.krn kekeuh menjga sendok dan dua tetes minyak tadi. Bgm ttg makanan2ku yg bgt lezat dan musikku yg mengalun bgt indah?Si pemuda lagi2 tak bisa menjawab apa krn keistoqomahannya menjaga sendok dan dua tetes minyak di atas nya utk tidak jatuh.Anak muda, kata sang pertapa. "Kamu tak akan bisa mempercayai nasehat seseorg sebelum kau kenali dalam tempat tinggalnya...Ayo kembali mengenali dan mengelililingi puriku dan jika selesai sgr kembali menemuiku..Seperti beban berat yg tiba2 saja diturunkan dari pikulannya, si pemuda sgr mengelilingi istana sang pertapa..Setelah selesai si pemuda menghadap dan bertemu lagi dgn si org suci. Dan oleh si org suci dia kembali ditanya pertanyaan yg sama ..Wahai pemuda, bgm menurutmu ttg perpustakaanku? Si pemuda bgt fasih menceritakan buku2 yg ada. Bgm pendapatmu ttg taman,musik dan makanan2ku?Si pemuda juga mampu menceritakan ketakjuban2 yg dirasakannya.si pemuda merasa bgt gembira. Okelah anak muda. Nampaknya dirimu sdh mengetahui dan menguasai semuanya.tapi mana sendok dan 2 tetes minyak yg aku titipkan padamu tadi?. Si pemuda bgt terkejut dan terhenyak.Keasyikannya mengelilingi, mnikmati dan memplajari banyak hal melupakannya dari menjaga sendoknya. Wahai anak muda" kata si pertapa. Kunci bahagia dan sukses membangun jembatan pengertian itu sederhana..Kelilingi, kunjungi dan pelajari apa saja tanpa jarak psikologis apapun ada di hatimu. Temui siapapun dan dimanapun..Tapi pada saat yg sama, jgn lupa menjaga sendok dan dua tetes minyak di atasnya jgn sampai jatuh....Entah relevan atau tidak aku tak tahu pasti. Yg penting sdh diceritakan :) mau kritik silahkan saja :)Yg jelas buatku sederhana, bangsa ini butuh bukan type pertama yg kekeuh membabi buta menjaga sendok tanpa mau terbuka utk belajar.. Bangsa ini juga tak butuh type yg kedua yg maunya liberal apa saja tapi tak jelas lagi kemana sendok dan dua tetes minyak di atasnya..Yg dibutuhkan bangsa ini adl sosok yg open minded, terbuka dan mau belajar tapi tetap punya kekhasan dan jati diri. Mudah-mudahan bermanfaat

Disadur dari twitter

Pak Zulkieflimansyah@BangZulPKS

Staf pengajar FEUI. Senior Fellow Kennedy School of Government, Harvard University. Anggota DPR RI komisi 7 2004-2014 
http://zulkieflimansyah.com/






.














Senin, 13 Desember 2010

ajarilah anakmu sastra karena dapat mengubah anak pengecut menjadi pemberani

sebagaimana ritual setiap hari, diwaktu malam hari anak-anak minta diceritakan sebuah atau 2 buah atau bahkan berbuah-buah (saking banyaknya) kisah sebelum mereka tidur atau sebenarnya sampai mereka tidur....sambil search kisah-kisah menarik di internet -buku dongengnya sudah selesai dibacakan semua dan sudah berulang-ulang dibacakan- akhirnya dapatlah sebuah blog yg berjudul cerita anak, lebih banyak berkisah tentang abu nawas dan rajanya yaitu Harun al-rasyid yaitu kisah 1001 malam, yang membuat saya tertarik karena prolog yg diberikan oleh situs tersebut sangat menggugah perasaan saya...prolognya berbunyi sbb: "Ajarilah anakmu sastra karena sastra dapat mengubah anak yang pengecut manjadi pemberani...woww. Sebagai orang dengan basic pendidikan non sastra kata ini sangat menggelitik karena sampai saat ini bagi sebagian orang "sastra" dipandang sebagai suatu ilmu yg "rendah" dan kurang dihargai. Orang tua lebih cenderung memprioritaskan anaknya belajar berhitung dan sains ketimbang belajar puisi dan prosa. Padahal ilmu yg dipandang rendah tersebut kini telah menjadi penghasil uang yang berlimpah ruah. Misalnya saja siapa orang yg mengenal profesor yang ahli dibidang sains kecuali para mahasiswanya yg pernah diajarin oleh profesor itu, tapi coba tanya siapa penyanyi paling populer saat ini banyak pilihan mulai dari rock (khusus indonesia ya) andra n the backbone (benar gak ejanya habisnya kurang ngefans sih) terus yg romantis2 gitu dech macam ungu, peterpan dll. mereka lebih dikenal ketimbang prof tadi yg pintar luar biasa. Intinya bahwa sebenarnya sastra pun perlu kita ajarkan kepada anak kita,  bukan semata-mata sebagai maisyah (penghasilan) bagi mereka tapi untuk melatih jiwa-jiwa mereka.  Bukankah Al-Qur'an sebagian besar berupa kisah orang-orang terdahulu dan bagaimana  kisah orang-orang yang akan datang....Ini menunjukkan bahwa Islam menekankan pentingnya sastra (sejarah-kisah) supaya dapat mengambil pelajaran (hikmah) Karena hikmah itu adalah sesungguhnya milik kaum muslimin, dimanapun dia berada maka orang mukmin  berhak mengambilnya Dengan sastra pun kita bisa mengasah athifiah (kelembutan) anak-anak kita supaya lebih peka perasaannya, sehingga tidak perlu dengan kekerasan u menegur mereka cukup dengan pandangan mata dan kata-kata mereka sudah mengikutinya. Dikemudian hari dengan kelembutan hati,  dapat menjadikan anak-anak kita mampu   mengarungi luasnya lautan kehidupan yg bertabur kesenangan dan kesulitan ini dengan penuh keberanian....dengan idzin Allah azza wa jalla insya allah