Jumat, 30 April 2010

Obat apa saja yang harus tersedia di rumah

Punya anak kecil, kita harus siap repot. Salah satunya, selalu menyediakan obat-obatan di rumah. Tapi hati-hati, tak semua obat bebas bisa diberikan ke anak.

"Bu Joko! Bu Joko, punya obat? Anak saya panas!" teriak seorang ibu dengan panik dalam salah satu iklan obat penurun panas di TV.

Mungkin Anda pun pernah mengalaminya. Kehabisan obat atau bahkan tak punya persediaan obat sama sekali kala si kecil tiba-tiba menunjukkan gejala sakit. Saat itulah, biasanya, kita baru berpikir, pentingnya punya persediaan obat di rumah. Tapi, obat apa saja, sih, yang harus kita sediakan?

Menurut dr. Waldi Nurhamzah, Sp.A., dokter anak, "Yang pasti, obat yang bisa dibeli bebas. Terutama obat pereda penyakit ringan seperti batuk, panas, demam, dan diare." Di samping itu, yang juga mutlak adalah obat luar dan perlengkapan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan).

Sedangkan obat kumur serta obat tetes (untuk mata, hidung, dan telinga), tak direkomendasikan Waldi. "Yang biasa diderita anak, kan, radang telinga luar. Nah, kalau dia tak dibiasakan korek-korek telinga, radang tak akan terjadi," katanya. Telinga, sambung Waldi, seperti halnya kulit, secara periodik akan mengeluarkan sekresi/cairannya. Bersama pelepasan kulit yang telah mati, cairan ini akan keluar dengan sendirinya atau biasa disebut kotoran telinga. "Cuma, kadang kita enggak sabaran. Maunya, kotoran cepat keluar. Jadilah dikorek-korek dengan cotton buds, peniti atau jepit rambut," tutur Waldi.

Padahal, itu hanya akan membuat kulit telinga terluka dan menimbulkan radang yang sakit sekali. Jika pakai cotton buds, sebagian kotoran memang bisa keluar. Tapi sebagian lagi malah membuat si kotoran terdorong makin dalam. "Lebih baik biarkan kotoran itu keluar sendiri," anjur Waldi. Bila kotoran itu mengeras di dalam, tetesi dengan cairan karbogliserin sehingga bongkahan kotoran (serumen) tadi akan leleh dan keluar sendiri.

VITAMIN TAK HARUS

Vitamin, kata Waldi, juga tak perlu disediakan di rumah. Sebab, vitamin hanya diberikan pada anak-anak yang baru sembuh dari sakit atau sedang sakit berat. "Jangan hanya karena anaknya tak nafsu makan atau tubuhnya kecil, lantas diberikan vitamin," tukasnya. Lebih baik, ayah atau ibu mencari tahu dulu, kenapa anaknya tak mau makan. Karena sakit atau jangan-jangan menunya yang kurang bervariasi sehingga anak bosan dan tak mau makan. Lagi pula, tambahnya, vitamin banyak terdapat di dalam makanan. Jadi, bila memang nutrisinya seimbang, si kecil tak harus diberikan vitamin.

Tubuh kecil, juga jangan selalu diartikan harus diberi tambahan vitamin. "Tanyakan dulu ke dokter, apakah itu karena penyakit. Kalaupun sakit, vitamin belum tentu bisa menyelesaikan masalah. Tergantung penyakitnya," tutur Waldi. Tubuh kecil, terangnya, bisa juga disebabkan cacingan atau TBC. "Nah, TBC dan cacingannya itu yang harus diobati!" tandasnya.

SOALNYA OBAT BEBAS

Ada dua jenis obat bebas, yakni obat bebas yang boleh terus diminum seperti vitamin dan bebas terbatas (digunakan terbatas karena mengandung beberapa zat yang tak boleh dimakan terus-menerus seperti obat batuk). Cara membedakannya bisa dilihat dari tanda lingkaran yang terdapat pada kemasan obat. Jika lingkarannya berwarna hijau dengan garis tepi hitam, berarti obat bebas yang boleh terus dimakan. Sedangkan obat bebas terbatas bertanda lingkaran biru dengan garis tepi hitam.

Untuk membeli obat bebas (meskipun bentuknya cuma vitamin) khusus bagi anak, disarankan pula agar memilih yang khusus anak (bukan yang bisa dikonsumsi anak dan dewasa sekaligus).

Obat bebas umumnya tak berakibat langsung pada penyebab gejala penyakit, namun bisa meredakan nyeri atau gejala yang mengganggu. Misalnya, influenza disebabkan virus. Virus tak ada obatnya. Ia akan sembuh sendiri setelah 2-3 hari. "Jadi, yang diobati keluhannya. Saat virus masuk, timbul keluhan sakit kepala, mual, nyeri otot, atau ingusan. Jika panas, ya, beri parasetamol. Jika batuk, beri OBP (obat batuk putih). Tapi, penyakit sesungguhnya masih ada," terang Waldi.

Sebenarnya, lanjut Waldi, influenza bisa sembuh sendiri asal si kecil cukup istirahat. "Masalahnya, mampukah anak menahan pegal atau pusing akibat hidung tersumbat? Selain itu, anak kecil, kan, senang bergerak. Bila ia belum merasa betul-betul sakit, biasanya ia tak akan betah istirahat lama-lama," paparnya.

TANDA KEDALUARSA

Ingat, obat adalah senyawa kimia yang sangat kuat. Jika tak dikonsumsi secara tepat, bisa jadi malapetaka. Jadi, perhatikan selalu aturan pemakaiannya, apakah sebelum atau sesudah makan? Jika aturannya harus dengan perut kosong, minumlah 1-2 jam sebelum makan.

Perhatikan pula dosis/takarannya. Kesalahan kerap terjadi pada penggunaan sendok takar. Jika aturannya 3 kali sehari 1 sendok teh, maka yang dimaksud bukan sendok teh di rumah. Melainkan sendok takar yang biasanya sudah tersedia dalam kemasan obat. Dalam kedokteran atau farmasi, sendok takar itu memang dinamakan sendok teh, tapi tak sama dengan sendok teh di rumah. Sendok teh di farmasi takarannya 5 ml, sedangkan sendok teh di rumah takarannya bervariasi dan tak ada yang 5 ml.

Perhatikan pula tanggal kadaluarsanya. Jangan sesekali mengkonsumsi obat yang tanggal kadaluarsanya sudah lewat. Tanggal ini biasanya tercantum di kemasannya. Jika tak dicantumkan, perhatikan jenis, bentuk dan warna obat. Antalgin, misalnya, yang seharusnya berwarna putih tapi sudah berubah menjadi cokelat, berarti sudah kadaluarsa. Jika berupa sirup, perhatikan baunya. Apakah sudah berubah dan larutannya terlihat keruh. Jika ya, segera buang.

ANTIBIOTIK

Resep obat tak boleh diulang, kecuali dokter mengizinkan. "Jangan hanya karena ingin irit, obat untuk si kakak lantas diberikan ke adik yang sakitnya sama," kata Waldi. Meski cuma sakit batuk, bisa berbeda. Misalnya, si kakak batuk karena asma sementara adik batuk karena radang tenggorokan. "Nah, beda, kan? Racikan obatnya juga akan berbeda," tambahnya.

Jangan pula hentikan pemakaian antibiotik meski si kecil sudah tampak membaik. Bila memang diperuntukkan 5 hari, tetap habiskan sampai 5 hari. Dokter tentu sudah memperhitungkan, kuman akan bersih dari tubuh setelah 5 hari itu. Jika pengobatan dihentikan pada hari ke-3, misalnya, maka sisa kuman masih ada di dalam tubuh. Ditakutkan, kuman itu bisa mengenal antibiotik tersebut. Kuman itu akan membuat cara/metode yang bisa menangkal antibiotik itu jika datang lagi, sehingga ia punya kekebalan terhadap antibiotik tadi.

Dengan kata lain, antibiotik yang tadinya bisa untuk menyembuhkan penyakit itu, sekarang tak bisa lagi. Akibatnya, harus disembuhkan dengan antibiotik lain yang lebih bagus lagi. Padahal, antibiotik yang lebih bagus ini harganya pasti lebih mahal.

Yang juga patut diperhatikan adalah jika dokter memberi obat berbentuk puyer. Simak baik-baik, puyer tadi berupa bubuk atau tablet bersalut gula yang dibuat puyer. Nah, puyer dari tablet itu bisa berubah warna dan bentuk jika disimpan terlalu lama. Sebab, puyer tersebut menarik air dan akan jadi basah jika disimpan lama. Ini tentu bisa membahayakan.

JANGAN BOHONG

Pada umumnya obat untuk anak berupa sirup atau puyer sehingga lebih mudah ditelan anak. Nah, karena puyer biasanya terasa pahit, campurkan dengan sirup atau madu. Berikan sedikit demi sedikit ke mulut anak. Sebelumnya, siapkan minuman kegemaran si kecil untuk mengusir rasa tak enak setelah minum obat.

Hati-hati bila ingin mencampur obat dengan susu. Rasa susu pasti jadi tak enak. Takutnya, anak jadi tak doyan minum susu lagi karena sudah punya pengalaman tak enak. Selain itu, tak semua obat boleh dicampur susu.

Jangan pula membohongi anak dengan mengatakan obat pahit terasa manis. Ini akan membuat anak tak mau menelan/makan obat. Lebih baik beri pengertian pada si kecil bahwa ia sakit dan perlu makan obat. "Jika ia tahu obat itu untuk menyembuhkannya dan membuat tubuhnya lebih nyaman, ia akan mencari obat itu jika ia sakit lagi," tutur Waldi.

Tanamkan pengertian ini sejak mau berangkat ke dokter. "Nanti kamu diperiksa Om Dokter dan dikasih resep obat. Obatnya kita beli di apotek." Katakan terus terang jika puyer yang harus ditelannya terasa pahit. "Tapi nanti Mama campur madu atau sirop, biar tak terlalu pahit." Dengan demikian, si kecil merasa tak dibohongi dan akhirnya sadar, "O, iya, ya, biar pahit, tubuhku jadi sembuh."

Obat Yang Diminum

1. Obat Batuk

Sediakan obat batuk putih (OBP) atau potio alba untuk si kecil dan obat batuk hitam (OBH) atau potio nigra untuk dewasa.

2. Obat Penurun Panas/Demam

Yakni, parasetamol, ibuprofen, dan metamizol. Penting diingat, ibuprofen harus diminum sesudah makan, sebab merangsang lambung. Sedangkan parasetamol dapat diminum sebelum makan. Ingat pula, pemakaian parasetamol berlebihan dan jangka panjang bisa merusak hati. Obat penurun panas ini juga punya efek antinyeri. Jadi, bisa diberikan juga pada si kecil yang sakit menelan, pegal-pegal, atau terkilir. Khusus ibuprofen, juga punya efek antiradang. Yang pasti, ketiganya punya efek samping mual dan perut kembung.

3. Obat Diare

Larutan oralit. Harus diingat, bayi dan anak-anak dapat mengalami dehidrasi secara cepat. Segera periksa ke dokter bila gejala menetap walau sudah minum oralit.

Cara Penyimpanan

1. Simpan di tempat khusus dan jauh dari jangkauan si kecil. Setidaknya, tingginya 1,5 meter dari lantai. Akan lebih aman jika lemari obat selalu terkunci.

2. Ada jenis obat tertentu yang harus disimpan di lemari es. Biasanya dokter atau apoteker akan memberitahu. Bila tidak, tanyakan.

3. Simpan obat dalam botol kemasannya masing-masing. Jangan menukarnya ke botol lain demi mencegah perubahan kimiawi.

4. Obat cair yang telah dibuka, sebaiknya dibungkus plastik atau diikat karet.

5. Taruh obat di tempat sejuk dan gelap. Sebab, obat mudah terurai secara kimiawi oleh pengaruh cahaya, udara, dan suhu.

6. Beri catatan di kemasan masing-masing obat, terutama jika di keluarga mempunyai beberapa anak. Sehingga obat tak saling tertukar.

Obat Luar Dan Perlengkapan P3K

1. Obat Luar

* Boorwater untuk mata merah atau belekan. Tapi bila dalam 3 hari belum ada perbaikan, segera bawa ke dokter.

* Minyak telon untuk bayi dan minyak kayu putih untuk anak-anak. Oleskan di perut bayi/anak jika ia sakit perut. Jika sakit perutnya tak hilang setelah diolesi minyak itu, tanyakan ke dokter.

* Obat gosok untuk pereda sengatan serangga.

* Obat gatal-gatal seperti calamin lotion atau caladine, bedak basah, dan salep antigatal (phenergan).

* Obat pencuci hama seperti alkohol 70 persen dan antiseptik.

2. Perlengkapan P3K

Kasa steril, kapas, kain segitiga steril, plester tahan air (beberapa ukuran), plester siap pakai, gunting, termometer, dan peniti.

Perlu diperhatikan, jangan gunakan kapas untuk menutup luka, sebab kapas akan menempel di luka. Sebaiknya gunakan kasa steril lebih dulu, baru diberi kapas.

Luka kecil boleh dibalut dengan plester siap pakai. Tapi untuk luka besar, sebaiknya memakai kasa. Jika terjadi perdarahan pada luka besar, cukup dibebat dengan kasa steril, lalu bawa si kecil ke RS untuk dijahit.

Jika ada benda yang menusuk semisal pecahan kaca, jangan ambil pecahan itu. Biarkan petugas medis yang mencabutnya. Dikhawatirkan pecahan kaca memotong pembuluh darah sehingga saat benda itu dicabut, perdarahan akan makin deras.

Membawanya ke RS pun harus segera. Jangan lebih dari 6-8 jam. Sebab, bila ada reaksi jaringan di sekitar luka (setelah beberapa jam), jaringan akan membengkak dan sulit diperbaiki. Belum lagi infeksi yang masuk ke luka, yang akan menyulitkan penyembuhannya

wong fei hung adalah ulama muslim, ahli pengobatan dan ahlibeladiri dari tiongkok


Kebetulan, saya pribadi penggemar tokoh Wong Fei Hung...karena memang banyak hikmah yang ada didalam kisahnya...ternyata 'beliau' adalah seorang muslim yang benar2 mencerminkan ke"Islaman"nya, tidak sebagaimana gambaran teroris = Islam, misalnya kebetulan teroris di Indonesia agamanya Islam ya wajar saja karena penduduk Indonesia memang mayoritas muslim tapi bukan berarti terus sebagian pesantren adalah sarang teroris...klo di Irlandia pasti yang jadi teroris juga non muslim khan...kok jadi emosi :D...ma'af...dan inilah kisah seorang Wong Fei Hung

Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.